Suasana duka menyelimuti rumah korban yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1) sekitar pukul 18.30 WIB.
Jenazah korban telah sampai di rumah duka di Jalan Purwo, Kelurahan Deli Tua, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang. Jenazah tengah dimandikan dan akan dimakamkan.
Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, mengatakan bahwa sebanyak enam orang yang menjadi korban kecelakaan merupakan warganya.
"Yang menjadi korban kecelakaan adalah warga kami enam orang," kata Juliadi saat ditemui di rumah duka, Kamis (22/1).
Juliadi mengatakan, ada empat orang yang merupakan satu keluarga di antaranya satu balita.
"Ada yang dikebumikan dua orang di Tanjung Morawa. Untuk yang di sini ada empat orang, satu di antaranya balita. Satu keluarga semua," ucap Juliadi.
Juliadi menuturkan, keluarga pergi ke tempat acara keluarganya yang berada di Kabupaten Batu Bara.
"Almarhum pergi ke tempat acara undangan keluarga. Kemudian pulangnya mau ke rumah keluarga yang sakit," ujar Juliadi.
"Saya kaget mendapatkan kabar dan datang ke sini (rumah duka)," tutup Juliadi.
Para korban menumpangi mobil Toyota Avanza pelat nomor BK 1657 ABP.
Akibat kecelakaan tersebut, 9 orang tewas termasuk sopir mobil itu.
Para korban berangkat dari Kabupaten Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batu Bara. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Sei Sigiling untuk menjenguk anggota keluarga yang sedang sakit. Mereka tengah dalam perjalanan pulang.
Berikut Identitas Korban TewasAbdul Kadir Al Jaelani (sopir Avanza), 42 tahun;
Rizal (59);
Daratul Lailla (50);
Risnawati (57);
Muhammad Hafiz (6);
Muhammad Rafkha Attaqih (2);
Asrah (80);
Sri Devi (41);
Zaitun (50).



