Chennai, India (ANTARA) - Perusahaan teknologi global Zoho Corporation menyatakan minatnya untuk membangun pusat data di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia.
"Dalam waktu dekat, kami akan membangun lokasi baru untuk (pusat data) itu. Terkait keputusan membuka pusat data, pada awalnya kami memulai dengan menyediakan layanan terlebih dahulu, kemudian membuka kantor lokal, lalu menempatkan lebih banyak orang untuk mendukung pelanggan dan membantu mitra," kata CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey kepada ANTARA di Chennai, India, Rabu.
Selanjutnya, keputusan untuk mendirikan pusat data kelak bergantung pada tingkat pertumbuhan bisnis dan jenis regulasi lokal yang berlaku di Indonesia.
"Kombinasi dari kedua faktor inilah yang menjadi dasar dalam menentukan kapan kami akan membangun pusat data," jelas Shailesh.
Pengembang layanan teknologi yang berbasis di India ini menyebutkan bahwa sejak 2025, perusahaan telah fokus melakukan ekspansi di Timur Tengah serta Asia Tenggara.
Baca juga: Zoho akselerasi transformasi digital dengan solusi berbasis AI
Shailesh mengungkapkan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah sedang bertumbuh sangat tinggi. Salah satunya didasari dorongan yang kuat dari pemerintah negara-negara di wilayah tersebut.
"Di negara berkembang dan negara dengan ekonomi menengah, transformasi digital sedang terjadi saat ini. Kami memiliki rangkaian alat, serta layanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Itulah sebabnya kami melihat tingkat pertumbuhan yang sangat baik di negara-negara tersebut," kata dia.
Hingga awal 2026, Zoho Corporation sudah memiliki 20 pusat data di seluruh dunia, dengan pembangunan fasilitas terbaru ada di Dubai dan Abu Dhabi, UEA.
Pengembangan Talenta Lokal
Shailesh Kumar Davey turut menjelaskan selain mengembangkan layanan teknologi di berbagai negara, perusahaan yang dipimpinnya juga memiliki ideologi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal.
Baca juga: Zoho dan ITS kolaborasi integrasikan modul LCNC ke dalam kurikulum
"Kami turut mendukung pertumbuhan tenaga kerja lokal. Jadi, seberapa besar kontribusi yang kami berikan kembali kepada negara tempat pelanggan kami berada. Ini adalah sesuatu yang kami sebut ‘lokalisme transnasional’. Artinya ‘berpikir global, tetapi bertindak lokal'," jelas Shailesh.
Ia mencontohkan di Singapura serta Arab Saudi, ada sekitar 50 karyawan yang direkrut secara lokal. Sementara di UEA, sekitar 80 pekerja berasal dari daerah sekitar dengan klasifikasi lulusan baru.
Pengembangan talenta lokal ini diakui Shailesh memiliki manfaat bagi perusahaannya, yakni bisa memetakan kebutuhan pelanggan sehingga bisa lebih responsif dalam menangani pasar di negara itu.
Zoho Corporation menyediakan rangkaian perangkat lunak bisnis berbasis cloud yang terintegrasi, menawarkan lebih dari 55 aplikasi untuk penjualan, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan manajemen TI.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Bisnis UMKM di Indonesia dengan Zoho Workplace
Baca juga: Cara Meningkatkan Produktivitas Tim di Era Kerja yang Serba Cepat
"Dalam waktu dekat, kami akan membangun lokasi baru untuk (pusat data) itu. Terkait keputusan membuka pusat data, pada awalnya kami memulai dengan menyediakan layanan terlebih dahulu, kemudian membuka kantor lokal, lalu menempatkan lebih banyak orang untuk mendukung pelanggan dan membantu mitra," kata CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey kepada ANTARA di Chennai, India, Rabu.
Selanjutnya, keputusan untuk mendirikan pusat data kelak bergantung pada tingkat pertumbuhan bisnis dan jenis regulasi lokal yang berlaku di Indonesia.
"Kombinasi dari kedua faktor inilah yang menjadi dasar dalam menentukan kapan kami akan membangun pusat data," jelas Shailesh.
Pengembang layanan teknologi yang berbasis di India ini menyebutkan bahwa sejak 2025, perusahaan telah fokus melakukan ekspansi di Timur Tengah serta Asia Tenggara.
Baca juga: Zoho akselerasi transformasi digital dengan solusi berbasis AI
Shailesh mengungkapkan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah sedang bertumbuh sangat tinggi. Salah satunya didasari dorongan yang kuat dari pemerintah negara-negara di wilayah tersebut.
"Di negara berkembang dan negara dengan ekonomi menengah, transformasi digital sedang terjadi saat ini. Kami memiliki rangkaian alat, serta layanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Itulah sebabnya kami melihat tingkat pertumbuhan yang sangat baik di negara-negara tersebut," kata dia.
Hingga awal 2026, Zoho Corporation sudah memiliki 20 pusat data di seluruh dunia, dengan pembangunan fasilitas terbaru ada di Dubai dan Abu Dhabi, UEA.
Pengembangan Talenta Lokal
Shailesh Kumar Davey turut menjelaskan selain mengembangkan layanan teknologi di berbagai negara, perusahaan yang dipimpinnya juga memiliki ideologi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal.
Baca juga: Zoho dan ITS kolaborasi integrasikan modul LCNC ke dalam kurikulum
"Kami turut mendukung pertumbuhan tenaga kerja lokal. Jadi, seberapa besar kontribusi yang kami berikan kembali kepada negara tempat pelanggan kami berada. Ini adalah sesuatu yang kami sebut ‘lokalisme transnasional’. Artinya ‘berpikir global, tetapi bertindak lokal'," jelas Shailesh.
Ia mencontohkan di Singapura serta Arab Saudi, ada sekitar 50 karyawan yang direkrut secara lokal. Sementara di UEA, sekitar 80 pekerja berasal dari daerah sekitar dengan klasifikasi lulusan baru.
Pengembangan talenta lokal ini diakui Shailesh memiliki manfaat bagi perusahaannya, yakni bisa memetakan kebutuhan pelanggan sehingga bisa lebih responsif dalam menangani pasar di negara itu.
Zoho Corporation menyediakan rangkaian perangkat lunak bisnis berbasis cloud yang terintegrasi, menawarkan lebih dari 55 aplikasi untuk penjualan, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan manajemen TI.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Bisnis UMKM di Indonesia dengan Zoho Workplace
Baca juga: Cara Meningkatkan Produktivitas Tim di Era Kerja yang Serba Cepat



