Begini Rasanya Pakai EV Mungil untuk Harian, Bukan Buat Ngebut

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Jakarta bukan kota yang ramah untuk mobil besar. Macet, jalan sempit, parkiran terbatas, semua itu justru jadi panggung yang pas buat Changan Lumin. Ya mobil listrik mungil itu diuji langsung di jalanan Jakarta, memberi gambaran jelas bagaimana kendaraan ini digunakan untuk aktivitas harian di tengah lalu lintas padat.

Dari kawasan bisnis hingga jalan sempit, Lumin menunjukkan karakter yang memang dirancang untuk mobilitas perkotaan.

Baca Juga :
Penjualan Mobil Listrik Global Melejit, Berikut Daftar Negaranya!
Begini Rasanya Jajal Yangwang U9, Supercar yang Pernah Bikin Heboh IShowSpeed

Dari uji yang dilakukan VIVA Otomotif, sejak awal start di kawasan SCBD, Changan Lumin langsung mencuri perhatian. Desainnya unik dengan tampilan depan yang seolah tersenyum berkat lampu bulat besar beraksen Moon Eye Headlamp.

Bentuk bodinya ringkas dan proporsional, tampil beda di tengah dominasi mobil-mobil berukuran besar. Pilihan warna cerah seperti Wheat Yellow dan Sakura Powder semakin menegaskan kesan playful yang menjadi identitasnya.

Masuk ke kabin, kesan pertama cukup positif. Untuk ukuran mobil listrik kompak, ruang kepala dan kaki terasa memadai, termasuk di baris belakang. Posisi duduk pengemudi nyaman dengan visibilitas luas, sementara tata letak dashboard dibuat sederhana dan mudah dipahami.

Head unit layar sentuh 10,25 inci sudah mendukung Apple CarPlay dan konektivitas Android melalui CarAuto, dipadukan panel instrumen digital 7 inci yang informatif.

Saat melaju di rute SCBD, Bundaran HI, hingga kawasan Monas, karakter utama Lumin langsung terasa. Setirnya ringan dan mudah dikendalikan, sangat membantu saat menghadapi lalu lintas stop and go.

Dimensi bodinya yang kecil membuat mobil ini lincah saat bermanuver, termasuk ketika harus menyelinap di jalan padat atau berbelok di ruang terbatas.

Pengujian berlanjut ke ruas tol menuju Jakarta Barat. Di sini, karakter teknis Changan Lumin terasa apa adanya. Akselerasi awal cukup responsif untuk menyatu dengan arus kendaraan.

Namun ketika kecepatan menyentuh sekitar 84 km/jam, dorongan tenaga terasa habis. Meski pedal gas terus diinjak, laju kendaraan tidak bertambah signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa Lumin memang difokuskan untuk penggunaan perkotaan, bukan untuk kecepatan tinggi atau perjalanan jarak jauh.

Baca Juga :
Mobil Listrik Hatchback Ini Dibanderol Rp229 Juta di Indonesia
Mitsubishi Siapkan Mobil Listrik dengan Performa Tinggi
Mobil Listrik Digeber 24 Jam, Begini Hasilnya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Anak-anak Aceh Tamiang Ikuti Pemulihan Mental dengan Bermain Bersama
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MPXL Dirikan Anak Usaha Baru Bergerak di Bidang Perdagangan Besar
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pembangunan Infrastruktur Pascabencana Harus Lebih Tangguh dan Adaptif
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Imbas Pencabutan Izin PBPH 28 Perusahaan, Pefindo:nya akan Special Review
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Sekjen NATO Sebut Tak Bahas Kedaulatan Greenland dengan Trump
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.