Tengku Dewi Jujur Soal Luka Batin Pasca Perceraian

eranasional.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Aktris sekaligus pembawa acara Tengku Dewi akhirnya buka suara mengenai perasaan terdalamnya setelah resmi bercerai dari aktor Andrew Andika. Perceraian yang terjadi pada Desember 2024 itu menjadi salah satu titik balik besar dalam hidupnya, terutama sebagai seorang ibu.

Meski telah lebih dari satu tahun menyandang status janda, Tengku Dewi mengaku masih menyimpan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia menyebut ada rasa mengganjal yang hingga kini belum sepenuhnya hilang.

“Perasaan ngeganjel pasti ada. Aku juga sebenarnya ada perasaan mengganjal karena di ekspektasi aku, aku enggak menyangka hal ini terjadi di hidup aku,” ujar Tengku Dewi dalam podcast Dapur Bincang Online, dikutip Rabu (21 Januari 2026).

Seperti diketahui, rumah tangga Tengku Dewi dan Andrew Andika berakhir setelah diterpa isu perselingkuhan serta ketidakcocokan yang disebut sudah tidak bisa diperbaiki. Kondisi tersebut akhirnya membuat keduanya sepakat untuk mengakhiri pernikahan.

Bagi Tengku Dewi, perceraian itu datang di luar dugaan. Ia mengaku selama ini merasa kehidupan keluarganya berjalan normal dan baik-baik saja, hingga perubahan besar itu terjadi secara tiba-tiba.

“Karena aku berpikir kehidupan keluarga aku fine-fine aja, baik-baik aja. Tiba-tiba jebret, kayak life changing gitu,” tuturnya.

Perubahan drastis tersebut sempat membuatnya terpukul dan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru yang harus ia jalani.

Wanita berusia 38 tahun ini juga menyoroti bagaimana hidup kerap berjalan jauh di luar rencana manusia. Ia merasa alur cerita hidupnya berubah drastis dalam waktu yang relatif singkat.

“Sekarang aja tiba-tiba dia sudah punya pasangan baru, ke podcast juga. Kalau dipikir kayak gila ya hidup ini, kok bisa alur ceritanya benar-benar enggak bisa kita prediksi,” ungkapnya jujur.

Pengalaman tersebut membuat Tengku Dewi semakin menyadari bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan ekspektasi, bahkan ketika seseorang merasa telah melakukan yang terbaik.

Meski masih ada perasaan mengganjal, Tengku Dewi menegaskan bahwa hal tersebut bukan karena penyesalan atas keputusan bercerai. Menurutnya, rasa mengganjal itu lebih banyak berkaitan dengan kondisi dan perasaan anak-anaknya.

“Yang ngeganjel itu bukan penyesalan aku cerai sama dia, tapi lebih ke perasaan anak-anak,” kata Tengku Dewi.

Sebagai seorang ibu, ia memiliki harapan besar agar anak-anaknya bisa tumbuh dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua. Namun kenyataan yang harus ia hadapi kini berbeda dari harapan tersebut.

“Aku maunya anak itu benar-benar mendapatkan kasih sayang dari dua orang tua yang lengkap,” ujarnya.

Tengku Dewi mengakui, sebagai ibu ia kerap mempertanyakan keputusannya sendiri. Perasaan bersalah dan sedih kadang muncul ketika ia membayangkan anak-anaknya harus tumbuh tanpa kehadiran orang tua yang lengkap setiap hari.

“Kadang aku suka pertanyakan, ‘apakah gue salah ngambil keputusan ini? Akhirnya anak-anak gue cuma dapat kasih sayang dari ibunya aja,’” tuturnya lirih.

Perasaan tersebut muncul bukan karena ingin kembali ke masa lalu, melainkan sebagai bentuk kekhawatiran alami seorang ibu terhadap masa depan anak-anaknya.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu Tengku Dewi mulai belajar menerima keadaan. Ia mencoba berdamai dengan dirinya sendiri dan melihat perjalanan hidup dari sudut pandang yang lebih ikhlas.

Ia menyadari bahwa manusia hanya bisa merencanakan, sementara hasil akhir tetap berada di tangan Tuhan.

“Seiring berjalannya waktu, aku merasa memang hidup ini kita bisa berencana. Tapi aku percaya kalau misalnya enggak sesuai alurnya, pasti Tuhan punya jawaban yang lebih baik buat aku,” ucapnya.

Keyakinan tersebut perlahan membantunya bangkit dan melangkah ke depan, meski luka batin belum sepenuhnya hilang.

Saat ini, Tengku Dewi memilih untuk lebih fokus pada perannya sebagai ibu dan membangun masa depan yang lebih baik untuk dirinya dan anak-anaknya. Ia berusaha menghadirkan lingkungan yang penuh cinta, meski dalam kondisi keluarga yang berbeda dari sebelumnya.

Ia juga berharap, ke depan anak-anaknya tetap bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya, meskipun tidak lagi berada dalam satu rumah tangga yang utuh.

“Aku cuma berharap ke depan semuanya membawa kebaikan, buat aku dan anak-anak,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masyarakat Bisa Beli Beras SPHP Hingga 5 Pack Mulai Februari 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Waspada! Ini Wilayah Indonesia Potensi Cuaca Ekstrem Hari Kamis, 22 Januari 2026
• 10 jam laludisway.id
thumb
Momen Haru Diaspora Sambut Presiden Prabowo di Swiss
• 27 menit lalutvrinews.com
thumb
KPK Ungkap Uang Ratusan Juta Dalam Karung saat OTT Pati
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pagi Ini KRL Tanah Abang–Rangkasbitung Terganggu, Perjalanan Dibatasi Sampai Tigaraksa
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.