Polri Ajak Publik Memahami Ancaman TPPO yang Kian Kompleks Lewat Buku

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar peluncuran dan bedah buku berjudul 'Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital' di Aula Bareskrim Polri Jakarta. 

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi publik untuk memahami perkembangan dan dinamika kejahatan Perlindungan Perempuan dan Anak–Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang kini semakin kompleks dan lintas sektor.

Dedi menegaskan TPPO saat ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai kejahatan konvensional, melainkan telah bertransformasi memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga jaringan lintas negara. 

“Buku ini penting agar masyarakat tahu bahwa kejahatan PPA-PPO terus berkembang, dan penanganannya tidak bisa hanya oleh Polri, tetapi harus melibatkan semua pihak," kata Dedi saat Bedah Buku Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Januari 2026.

Dedi juga menekankan prinsip penanganan yang menempatkan korban sebagai subjek perlindungan, bukan untuk disalahkan. Dia berharap buku ini dapat dibaca luas oleh masyarakat sebagai sarana edukasi dan kewaspadaan bersama.
 


Menurut Dedi Polri mengedepankan pendekatan terpadu dan kolaboratif, mulai dari penguatan Direktorat PPA-PPO, kerja sama internasional, hingga pencegahan berbasis keluarga, sekolah, dan literasi digital masyarakat.

Dengan memahami pola, risiko, dan upaya penanganan TPPO yang dilakukan Polri bersama kementerian/lembaga, masyarakat diharapkan turut berperan aktif mencegah kejahatan perdagangan orang, khususnya terhadap perempuan dan anak, di era digital yang terus berubah.

Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yakni Wakapolri Komjen  Dedi Prasetyo, purnawirawan Polri Komjen I Ketut Suardana, serta Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Nurul Azizah.

Isinya merangkum pengalaman, strategi, dan kerja kolaboratif Polri bersama kementerian atau lembaga, akademisi, serta mitra internasional dalam mencegah dan memberantas TPPO.

Bedah buku dilakukan langsung oleh para penanggap ahli dan akademisi nasional, yaitu Poengky Indarty, Komjen Dwiyono,  Nurini Aprilianda, Sri Endah Wahyuningsih, Ani Purwanti, dan  Eva Achjani Zulfa. Para penanggap menilai buku ini relevan sebagai rujukan akademis sekaligus panduan praktis kebijakan karena memotret langsung praktik penanganan TPPO di lapangan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
3 Jurnalis Gaza Tewas dalam Serangan Udara Israel
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Busana Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
PPPK Paruh Waktu Diingatkan Mengenai Penggunaan Ponsel, Begini
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Registrasi Akun SNPMB 2026 Kapan Ditutup? Ini Batas Waktu Krusial dan Risikonya
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Kacamata ala Top Gun Presiden Prancis Menarik Perhatian di Davos
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.