Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Venezuela berpotensi meraih pendapatan jauh lebih besar dari minyak di bawah kendali AS, dan bukan sekadar memanfaatkan cadangan energinya saja.
Pernyataan ini disampaikan dalam pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1).
"Venezuela akan menghasilkan lebih banyak uang dalam enam bulan ke depan daripada yang mereka hasilkan dalam 20 tahun terakhir," ujar Trump, dikutip dari keterangan video WEF.
Trump menyebut AS telah mengambil sekitar 50 juta barel minyak dari Venezuela, yang kini akan dimanfaatkan untuk dijual di pasar global. Ia berjanji hasil dari penjualan itu bakal dibagi sehingga mendatangkan keuntungan tak hanya bagi AS tetapi juga bagi Venezuela.
“Venezuela telah menjadi tempat yang luar biasa selama bertahun-tahun, tetapi kemudian mereka menjadi buruk karena kebijakan mereka,” lanjut Trump.
"Usai serangan berakhir, mereka berkata mari kita buat kesepakatan. Lebih banyak orang seharusnya melakukan itu," sambung ia.
Sebelumnya, AS melancarkan rentetan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari. Operasi militer tersebut berujung dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite AS.
Pemerintah Venezuela menuduh AS melanggar hukum internasional atas serangan tersebut. Kini Maduro telah berada di wilayah AS.
Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara AS ke Venezuela. Informasi tersebut dilaporkan The New York Times, mengutip keterangan seorang pejabat Venezuela, seperti yang diberitakan Al-Jazeera.




