Tabir transaksi crossing bernilai triliunan rupiah pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya terkuak. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, pelaku aksi korporasi tersebut adalah Treasure Global Investments Limited, yang tercatat melepas sebagian kepemilikannya pada Senin, 19 Januari 2026.
Treasure menjual sebanyak 18,195 miliar saham BUMI atau setara 4,9%. Aksi ini dilakukan pada harga rata-rata Rp380 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,9 triliun. “Tujuan transaksi adalah untuk shareholder restructuring dengan status kepemilikan saham secara langsung,” ujar manajemen.
Imbas penjualan tersebut, porsi kepemilikan langsung Treasure Global Investments Limited di emiten Grup Bakrie ini tergerus signifikan. Kepemilikan yang sebelumnya berada di level 8,08% atau sekitar 30 miliar saham, kini turun menjadi 3,18% atau setara 11,805 miliar saham, sehingga tidak lagi masuk kategori pemegang saham di atas 5%.
Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp1,9 Triliun, Saham-saham Ini Dijual
Tekanan jual besar ini ikut membebani pergerakan saham BUMI di pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), saham BUMI ditutup melemah 28 poin atau 6,76% ke level Rp386. Dalam sepekan terakhir, harga sahamnya juga tercatat turun 36 poin atau setara 8,53%.
Sebelum aksi Treasure, tekanan jual juga sempat datang dari Chengdong Investment Corporation. Chengdong tercatat melakukan divestasi bertahap dalam rentang 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Sepanjang periode tersebut, Chengdong melepas sekitar 3,7 miliar saham BUMI dengan kisaran harga Rp363 hingga Rp461 per saham, dan berhasil mengantongi dana sekitar Rp1,5 triliun.
Baca Juga: Terjadi Transaksi Crossing Saham BUMI, Nilainya Tembus Rp6,9 Triliun
Aksi tersebut turut memangkas kepemilikan Chengdong di BUMI secara signifikan. Sebelumnya, Chengdong menguasai 22.276.410.130 saham atau setara 5,99%. Setelah penjualan, jumlah saham yang digenggam menyusut menjadi 18.563.056.230 saham atau sekitar 4,99%.





