Harga minyak mentah dunia terpantau menguat pada penutupan perdagangan Rabu (21/1). Hal ini karena kondisi kahar di dua ladang minyak besar di Kazakhstan serta rendahnya volume ekspor minyak Venezuela.
Dikutip dari Reuters, Kamis (22/1) harga minyak mentah Brent ditutup naik 32 sen atau 0,5 persen ke level USD 65,24 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 26 sen atau 0,4 persen menjadi USD 60,62 per barel.
Di Kazakhstan, minyak dari ladang raksasa Kashagan untuk pertama kalinya dialihkan ke pasar domestik karena hambatan di terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) di Laut Hitam. Selain itu, operator ladang minyak Tengiz, TCO telah menetapkan status kondisi kahar atas pengiriman minyak mentah ke sistem pipa CPC.
Dengan begitu, produksi minyak di dua ladang Kazakhstan tersebut berpotensi terhenti selama tujuh hingga 10 hari ke depan.
Sementara itu, volume minyak Venezuela yang diekspor dalam kesepakatan pasokan unggulan senilai USD 2 miliar dengan Amerika Serikat tercatat sekitar 7,8 juta barel. Namun, data pelacakan kapal dan dokumen dari PDVSA menunjukkan adanya perlambatan yang membuat perusahaan minyak negara itu belum mampu sepenuhnya membalikkan kondisi dari pemangkasan produksi sebelumnya
CPODikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Februari mengalami kenaikan sebesar 0,97 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.152 per ton.
Batu BaraSementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle juga mengalami penguatan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Februari naik 0,71 persen ke level USD 113,00 per ton.
NikelHarga nikel juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 2,17 persen ke level USD 17.996 per ton.
TimahHarga timah juga mengalami kenaikan sebesar 4,06 ersen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 51.417 per ton.




