Mengendarai sepeda motor saat hujan membutuhkan perhatian ekstra, bukan hanya soal kondisi jalan yang licin, tetapi juga perlengkapan yang digunakan. Salah satu yang kerap dianggap sepele adalah pilihan jas hujan, khususnya model ponco atau jubah.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani, menilai jas hujan ponco memang menawarkan kepraktisan karena mudah dipakai. Namun dari sisi keselamatan, model ini justru menyimpan potensi risiko, terutama saat digunakan pada motor bebek dan sport.
“Jas hujan, model ponco atau jubah memang lebih praktis, tapi dari sisi keselamatan cukup berisiko karena ujung jas hujan bisa terseret angin lalu masuk ke rantai, roda, atau cakram, terutama di motor bebek dan sport,” ujar Agus kepada kumparan, Kamis (15/1/2026).
Risiko tersebut bukan hal sepele karena dapat berdampak langsung pada kendali kendaraan. Kondisi ujung jas hujan yang tersangkut komponen roda berpotensi memicu situasi berbahaya di jalan.
“Ini kemungkinan bisa menyebabkan roda terkunci atau pengendara kehilangan keseimbangan,” katanya.
Sebagai alternatif yang lebih aman, Agus menyarankan pengendara menggunakan jas hujan model setelan. Selain lebih melekat di tubuh, tipe ini dinilai tidak mengganggu pergerakan saat berkendara.
“Jadi untuk berkendara saat hujan, yang lebih aman adalah jas hujan model setelan karena lebih melekat di badan. Selain itu tidak mengganggu kendali motor juga lebih nyaman saat kita melakukan manuver di jalan,” jelasnya.
Pemilihan jas hujan yang tepat menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara di musim hujan. Dengan perlengkapan yang sesuai, pengendara tidak hanya lebih nyaman, tetapi juga dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat faktor yang sebenarnya bisa dihindari.





