Tantang Dominasi, Wahine Toa Guncang Pemadam Kebakaran Selandia Baru

genpi.co
4 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Perjuangan wanita untuk mendapatkan ruang yang setara di dunia pemadam kebakaran Selandia Baru memasuki babak baru.

Dilansir dari laman Fire and Emergency New Zealand, Rabu (21/1), komitmen terhadap keberagaman dan inklusivitas terus digaungkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selandia Baru.

Meski wanita (wahine) telah lama terlibat dalam layanan pemadam kebakaran, jumlah mereka masih jauh dari seimbang, khususnya di jajaran pimpinan.

Hingga kini, hanya 6 persen petugas pemadam kebakaran di Selandia Baru yang berjenis kelamin wanita. Angka yang nyaris tidak berubah selama puluhan tahun.

Kondisi inilah yang mendorong 13 wahine toa (wanita kuat) untuk menantang narasi lama tersebut.

Mereka meluncurkan Kalender Petugas Pemadam Kebakaran Wahine Toa, kalender pemadam kebakaran wanita pertama di Selandia Baru.

Di luar dugaan, kalender ini langsung terjual habis hanya dalam waktu 26 jam dan berhasil menggalang dana lebih dari 100 ribu dolar Selandia Baru untuk penelitian kanker payudara.

Kesuksesan ini juga dipicu strategi promosi yang tidak biasa.

Penyelenggara mengunggah sebuah video di media sosial yang kemudian viral dan ditonton hampir 17 juta kali.

"Saat kami mengunggah video pertama itu, awalnya hanya dimaksudkan sebagai cuplikan singkat. Saya pikir videonya terlalu bagus jika hanya dijadikan story, jadi kami unggah sebagai reel," ujar kurator konten Samara Pepperell.

Pencapaian ini sejatinya merupakan buah dari perjuangan panjang wanita di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selandia Baru.

Sejarah mencatat, pada 1979 Anne Barry ditolak bergabung sebagai petugas pemadam kebakaran profesional dengan alasan tubuhnya terlalu pendek, padahal pria dengan tinggi serupa justru diterima.

Tidak menyerah, Barry membawa kasus tersebut ke Komisi Hak Asasi Manusia yang baru dibentuk dan melobi parlemen.

Setelah perjuangan tiga tahun, Barry akhirnya diangkat sebagai petugas pemadam kebakaran wanita pertama di Selandia Baru, bahkan di seluruh wilayah Persemakmuran pada 1981.

"Kami sama sekali tidak ingin membuat petugas pemadam kebakaran lain merasa tidak nyaman. Kami hanya ingin merayakan keberadaan wanita, bukan mempermalukan siapa pun," kata penggagas utama Nicole Koch. (*)

Kalian wajib tonton video yang satu ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wanita di Sumut Kepergok Curi Uang Duka di Rumah Korban Tertabrak KA
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kejagung Jemput Paksa Kepala Kejari Sampang, Diduga Terkait Pelanggaran
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Film Sebelum Dijemput Nenek Tayang Hari Ini Lihat Akting Si Kembar Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto Bikin Ketawa
• 3 jam laluparagram.id
thumb
6 Fakta Kasus Guru Honorer Tri Wulansari, Tegur Murid Berujung Tersangka
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Waspada Marak Modus Penipuan Phishing, Ini Tips untuk Jaga Keamanan Akun Keuangan
• 13 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.