Pantau - Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat memperkuat kerja sama maritim melalui pembangunan 1.582 kapal tangkap ikan yang diperkirakan akan menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja di Indonesia.
Komitmen Bilateral RI-Inggris untuk MaritimKesepakatan ini menjadi salah satu hasil utama dari pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London, pada Selasa, 20 Januari 2026.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
"Kerja sama (maritim) dalam pembangunan 1.582 kapal nelayan. Yang menariknya, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang," ungkapnya.
Teddy menjelaskan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Inggris telah menyetujui komitmen pengadaan kapal tersebut.
Dari total proyeksi serapan tenaga kerja, sebanyak 30 ribu orang akan dipekerjakan sebagai awak kapal.
Sementara itu, sekitar 400 ribu orang akan terlibat dalam proses produksi atau perakitan kapal di dalam negeri.
Adapun sisanya, yakni 170 ribu orang, berasal dari efek pengganda (multiplier effect) dari proyek kerja sama ini.
"Karena nanti (kapal) diproduksinya, dirakitnya di Indonesia. Jadi 30 ribu sendiri itu untuk awak kapalnya, kemudian 400 ribu untuk yang memproduksinya, kemudian nanti ada 170 ribu itu dari multiplier effect-nya," ia mengungkapkan.
Program MPP untuk Ketahanan Pangan dan Pertahanan MaritimKerja sama ini merupakan bagian dari Maritime Partnership Programme (MPP) yang menjadi payung kemitraan strategis maritim antara Indonesia dan Inggris.
Dalam kerangka MPP, kedua negara berkomitmen meningkatkan kemampuan maritim Indonesia, termasuk modernisasi armada dan peningkatan kapasitas angkatan laut.
Selain itu, MPP menargetkan pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kemitraan ini juga dipandang sebagai peluang strategis untuk membuka investasi baru di sektor galangan kapal.
Revitalisasi komunitas nelayan turut menjadi salah satu tujuan utama program ini.
Lebih jauh, kerja sama maritim ini diarahkan untuk memperkuat pertahanan dan keamanan laut Indonesia.
Presiden Prabowo menyambut baik kemitraan ini dan menekankan pentingnya kerja sama maritim dalam strategi pembangunan nasional.
"Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya rasa, ini akan menjadi bagian penting bagi perkembangan ekonomi maritim kami," ujarnya.


