GenPI.co - Sanggraloka Ubud sebagai tempat retret yang tenang dan privat, menyiapkan sejumlah pengembangan pada 2026 ini.
Resort mewah yang berada di Bresela, Ubud, Bali, mencatat tingkat hunian sekitar 65 sampai 70 persen pada masa soft-opening, akhir 2025.
Sementara itu, jumlah tamu asal Korea Selatan pada akhir 2025 tercatat sekitar 28 sampai 32 persen.
Pola tersebut, menunjukkan tingginya minat pasar Asia terhadap destinasi kesehatan yang berbasis alam dan budaya.
Tingginya minat wisatawan Korsel, selaras dengan karakteristik pasar Korea yang menghargai privasi, estetika alam yang tenang, pengalaman healing, dan perjalanan emosional.
General Manager Sanggraloka Ubud Komang Kariyana menilai tamu menginginkan pengalaman yang menenangkan, autentik, dan bermakna.
“Capaian akhir 2025 menjadi validasi arah yang kami pilih. Kami akan memperdalam kualitas pengalaman pada 2026,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (22/1).
Sanggraloka Ubud menyasar segmen wisata kesehatan, menawarkan resort yang ramah keluarga, untuk acara, taman bermain anak, venue pernikahan, hingga ruang budaya.
Kemudian, pada 2026 fokus pada penguatan wellness retreat, culinary experience, dan boutique events.
Sanggraloka Ubud berencana membangun Wellness Pavilion (yoga & breathwork), hingga pengembangan Forest Path.
Forest Path ini, sebagai ruang kontemplatif di tengah alam. Kemudian, pengembangan Art & Craft Studio untuk kolaborasi perajin dan seniman lokal.
“Bagi kami, 2026 bukan mengenai ekspansi agresif. Tetapi, pendalaman kualitas pengalaman tamu, keberlanjutan operasional, dan berdampak positif bagi komunitas,” ucapnya.
Perjalanan Bermakna di Sanggraloka UbudSanggraloka Ubud merancang alur pengalaman tamu, menjadi suatu perjalanan utuh. Pengunjung memulai langkahnya dari Forest Path dan kawasan sungai.
Kemudian, tamu akan melalui outdoor escalator menuju jalur hutan dan area sungai, untuk mengikuti melukat dan sound bath by the river.
Aktivitas tersebut, dimaksudkan untuk membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi seimbang.
Selanjutnya, tamu diarahkan ke kebun organik sebagai ruang connection and meaning making. Pengujung diajak untuk mengenal proses tanam.
Termasuk, melihat lebah penyerbuk, hingga panen bahan segar yang menjadi inti pengalaman Sanggraloka Ubud.
Puncak perjalanan, yakni pada farm-to-table dining dan cooking class, di mana makanan tidak lagi sekadar hidangan. Tetapi, sebagai perayaan atas alam, dan budaya. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:





