Ini Obat Kanker Buatan Rusia yang Disebut Ampuh Obati Pasien

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Obat radiopharmasi baru Rusia untuk pengobatan kanker, “Rakurs” (223Ra), menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi pada pasien. Demikian disampaikan juru bicara Badan Medis-Biologis Federal Rusia (FMBA) kepada RIA Novosti.

“Data observasi klinis pada pasien yang menerima terapi ‘Rakurs, 223Ra’ mengonfirmasi efektivitas terapeutiknya yang tinggi,” ujar juru bicara FMBA tersebut.

Baca Juga
  • Jaksa Analisis Keterangan Ebenezer Soal Parpol dan Ormas Tersangkut Pemerasan K3
  • Potret Iran Tanpa Internet: Gelap, Sunyi, dan Marah
  • Siaga Penuh, Ini Skenario Kanada Hadapi Invasi Pasukan Amerika Serikat

Obat radiopharmasi “Rakurs” (223Ra) dikembangkan di Pusat Ilmiah dan Klinis Federal untuk Radiologi Medis dan Onkologi milik FMBA di kota Dimitrovgrad.

Pembuatan obat melibatkan secara aktif para ahli dari Research Institute of Nuclear Reactors, State Scientific Centre, Joint-Stock Company (RIAR JSC) yang berada di bawah Divisi Ilmiah Rosatom.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

FMBA menyatakan bahwa obat tersebut telah terdaftar dan disetujui untuk digunakan dalam praktik onkologi klinis. Rakurs digunakan dalam terapi radioisotop untuk mengobati pasien kanker prostat resisten kastrasi dan metastasis tulang.

Menurut FMBA, obat itu juga telah dikirim ke sejumlah institusi medis di berbagai wilayah Rusia, menandai dimulainya pemanfaatan skala luas dalam sistem layanan kesehatan nasional.

Rakurs diproduksi menggunakan bahan baku yang sepenuhnya bersumber dari Rusia dan dirancang sebagai obat substitusi impor.

FMBA menyebut obat ini sebanding dengan produk analog luar negeri dari sisi parameter efisiensi utama.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo dan Raja Charles III Bertemu di London, Bahas Konservasi Gajah Sumatera dan Hutan Indonesia
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Jepang Aktifkan Kembali PLTN Terbesar di Dunia meski Tuai Protes
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Sesi I Menguat 0,55 Persen ke 9.060
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan Dubes RI: Negara-Negara Nordik Solid Bela Greenland, Aneksasi AS Jadi Preseden Berbahaya
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Barcelona Masih di Zona Play-off, Hansi Flick: Betapa Sulitnya Menang di Liga Champions
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.