REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Obat radiopharmasi baru Rusia untuk pengobatan kanker, “Rakurs” (223Ra), menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi pada pasien. Demikian disampaikan juru bicara Badan Medis-Biologis Federal Rusia (FMBA) kepada RIA Novosti.
“Data observasi klinis pada pasien yang menerima terapi ‘Rakurs, 223Ra’ mengonfirmasi efektivitas terapeutiknya yang tinggi,” ujar juru bicara FMBA tersebut.
Potret Iran Tanpa Internet: Gelap, Sunyi, dan Marah
Siaga Penuh, Ini Skenario Kanada Hadapi Invasi Pasukan Amerika Serikat
Obat radiopharmasi “Rakurs” (223Ra) dikembangkan di Pusat Ilmiah dan Klinis Federal untuk Radiologi Medis dan Onkologi milik FMBA di kota Dimitrovgrad.
Pembuatan obat melibatkan secara aktif para ahli dari Research Institute of Nuclear Reactors, State Scientific Centre, Joint-Stock Company (RIAR JSC) yang berada di bawah Divisi Ilmiah Rosatom.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
FMBA menyatakan bahwa obat tersebut telah terdaftar dan disetujui untuk digunakan dalam praktik onkologi klinis. Rakurs digunakan dalam terapi radioisotop untuk mengobati pasien kanker prostat resisten kastrasi dan metastasis tulang.
Menurut FMBA, obat itu juga telah dikirim ke sejumlah institusi medis di berbagai wilayah Rusia, menandai dimulainya pemanfaatan skala luas dalam sistem layanan kesehatan nasional.
Rakurs diproduksi menggunakan bahan baku yang sepenuhnya bersumber dari Rusia dan dirancang sebagai obat substitusi impor.
FMBA menyebut obat ini sebanding dengan produk analog luar negeri dari sisi parameter efisiensi utama.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)