Saham Emiten Emas ANTM-HRTA Cs Dilanda Aksi Ambil Untung

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten tambang emas melemah pada Kamis (22/1/2026), terimbas aksi ambil untung seiring harga logam mulia acuannya terkoreksi dari level tertinggi.

Saham Emiten Emas ANTM-HRTA Cs Dilanda Aksi Ambil Untung. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham emiten tambang emas melemah pada Kamis (22/1/2026), terimbas aksi ambil untung seiring harga logam mulia acuannya terkoreksi dari level tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.07 WIB, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) merosot 5,51 persen ke Rp5.500 per unit, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) ambles 5,49 persen menjadi Rp2.410 per unit, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) tergerus 3,69 persen ke Rp1.955 per unit.

Baca Juga:
VISI Habiskan Dana IPO Rp71,13 Miliar untuk Modal Kerja dan Beli Truk

Tekanan jual juga terjadi di saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang minus 2,31 persen. Kemudian, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berkurang 2,34 persen, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 1,19 persen, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 0,30 persen.

Harga emas dunia turun sekitar 1 persen ke kisaran USD4.780 per troy ons pada Kamis pagi, melemah dari rekor tertinggi yang tercapai pada hari sebelumnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa terkait isu Greenland.

Baca Juga:
Trinland (TRIN) Pastikan Rahayu Saraswati Kuasai 5 Persen Saham Lewat Dua Perusahaan 

Trump mengatakan kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa mengenai pulau Arktik tersebut semakin dekat dan menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer.

Pernyataan ini meredakan kekhawatiran akan potensi aksi militer AS serta menurunkan risiko geopolitik.

Baca Juga:
Astra Agro Lestari (AALI) Bayar Denda Administratif Rp571 Miliar ke Satgas PKH

Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi setelah para legislator Eropa menunda persetujuan perjanjian dagang Uni Eropa-AS yang dicapai pada Juli lalu.

Di saat yang sama, aksi jual tajam pada obligasi pemerintah Jepang, dipicu janji pemotongan pajak terkait agenda pemilu, memunculkan kekhawatiran fiskal dan menopang sebagian permintaan aset lindung nilai.

Sementara itu, pelaku pasar menanti rilis laporan inflasi PCE AS yang sempat tertunda dan dijadwalkan terbit hari ini, yang diperkirakan memberi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Dibuka Menguat Sentuh Level Rp16.936 per Dolar AS
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Malam Ini, Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Florencia Diterbangkan ke Jakarta
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Prabowo Akan Sampaikan Gagasan "Prabowonomics" dalam WEF Davos
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Cerita di Balik Kampung Pink yang Dulu Dikenal Kampung Bandit
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Jejak Purba Karst Citatah di Bandung Barat, Lokasi Eksotis Syuting Lisa BLACKPINK Bareng Netflix
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.