JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta memastikan kualitas konsumsi jemaah haji tetap terjaga, meskipun biaya penyediaan makanan berhasil ditekan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Penyelenggaraan ibadah haji harus selalu menempatkan kepentingan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama, termasuk dalam pemenuhan layanan dasar seperti konsumsi, yang selama ini kerap menjadi persoalan krusial.
“Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji harus selalu menempatkan kepentingan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama, termasuk dalam pemenuhan layanan dasar seperti konsumsi yang pada pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya kerap menjadi persoalan krusial,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania, kepada wartawan di Gedung DPR RI, pada Kamis (22/1/2026).
Dia menanggapi pemaparan Kementerian Haji dan Umrah RI yang menyebutkan adanya penurunan biaya konsumsi jemaah haji dari 40 riyal menjadi 36 riyal per hari, yang disertai dengan peningkatan gramasi makanan.
Baca juga: 216.237 Calon Jemaah Haji Dinyatakan Memenuhi Syarat Kesehatan
Menurut Dini, kebijakan tersebut merupakan langkah positif selama diiringi dengan pelaksanaan yang konsisten di lapangan.
Dia mengingatkan agar rencana peningkatan porsi makanan benar-benar dirasakan oleh jemaah selama menjalankan ibadah.
“Peningkatan gramasi yang direncanakan harus benar-benar diterima jemaah, dan kualitas makanan baik dari sisi kebersihan, rasa, kecukupan gizi, maupun ketepatan waktu penyajian harus memberikan kenyamanan bagi jemaah selama menjalankan ibadah,” kata Dini.
Dini menekankan, keberhasilan kebijakan efisiensi tidak bisa hanya diukur dari sisi penghematan anggaran atau perencanaan administratif semata, melainkan dari pengalaman nyata yang dirasakan jemaah di lapangan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh perencanaan terkait konsumsi haji dilaksanakan secara konsisten sesuai standar yang telah ditetapkan, agar jemaah memperoleh layanan yang layak dan nyaman selama beribadah.
“Saya menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak cukup diukur dari efisiensi anggaran atau perencanaan di atas kertas, tetapi dari bagaimana layanan tersebut benar-benar dirasakan oleh jemaah di lapangan,” pungkas dia.
Baca juga: 1.135 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat karena Faktor Kesehatan, Bisa Digantikan Keluarga
Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa biaya konsumsi jemaah haji di Arab Saudi pada tahun ini mengalami penurunan, sementara gramasi makanan justru meningkat.
Hal tersebut disampaikan Dahnil dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
“Terkait dengan pengadaan konsumsi memang kemarin konsumsi prosesnya yang paling akhir, termasuk yang agak lama sebelum akomodasi. Nah, konsumsi itu memang mengalami penurunan harga dari 40 riyal menjadi 36 riyal, tapi gramasinya itu mengalami kenaikan,” kata Dahnil, Rabu.
Dahnil memerinci, salah satu komponen gramasi yang dinaikkan adalah porsi nasi, dari sebelumnya 150 gram menjadi 170 gram.
Selain itu, porsi lauk pauk juga meningkat dari 75 gram menjadi 80 gram sesuai dengan rekomendasi ahli gizi.
Baca juga: Biaya Konsumsi Jemaah Haji Turun, Wamenhaj Pastikan Tanpa Rente
“Ahli gizi menyebutkan yang harusnya dinaikkan itu adalah lauk, lauk protein dalam hal ini dan sayur-mayur atau buah itu diturunkan 5 gram. Ini terkait dengan proporsionalitas dari komposisi gizi masing-masing,” ujar Dahnil.
Dari pengadaan konsumsi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah RI mencatat efisiensi anggaran hingga Rp 123 miliar dari total biaya yang semestinya dialokasikan.
Dahnil juga memastikan bahwa pengadaan konsumsi jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik rente maupun korupsi.
Penurunan biaya konsumsi dari 40 riyal menjadi 36 riyal, menurut dia, terjadi karena proses pengadaan yang dilakukan secara terbuka dan bersih.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3938377/original/044594100_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-8.jpg)