Saham BIPI dan SOCI Masuk Papan Pemantauan Khusus

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ke dalam papan pemantauan khusus.

BEI memasukkan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ke dalam papan pemantauan khusus. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ke dalam papan pemantauan khusus. Hal ini seiring keputusan  pencabutan suspensi atas kedua saham tersebut.

Dengan perpindahan papan itu, maka saham BIPI dan SOCI kini diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Dengan kata lain, perdagangan kedua saham itu hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu saja.

Baca Juga:
Saham YELO dan ESTA Keluar dari Papan FCA, PKPK Masuk

"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 22 Januari 2026," kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar dalam pengumuman, Rabu (21/1/2026).

Saham BIPI dan SOCI dipindahkan ke papan FCA karena kriteria 10. Sesuai aturan BEI, saham terkena suspensi selama lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan akan ditempatkan ke dalam papan pemantauan khusus.

Baca Juga:
Saham MGLV Keluar dari Papan FCA, NSSS Masuk

Saham BIPI melesat tajam pada awal 2026 di mana sejak awal tahun kenaikannya mencapai 135 persen. Manajemen BIPI mengaku tidak mengetahui alasan material di balik penguatan harga saham perseroan. Namun, kenaikan itu dinilai murni mekanisme pasar.

"Manajemen perseroan menilai penyebab dari pergerakan harga saham perseroan dipengaruhi oleh mekanisme pasar, termasuk sentimen industri, serta faktor eksternal lainnya yang berada di luar kendali perseroan," kata Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman.

Senada, saham SOCI juga melejit pada awal tahun ini seiring kenaikan harga saham-saham perkapalan. Direktur & Sekretaris Perusahaan SOCI, Paula Marlina menilai, saat ini ada antusiasme terhadap saham-saham perkapalan, khususnya sektor pelayaran tanker seiring kenaikan IHSG.

Paula mengatakan, kenaikan saham SOCI hingga 40 persen sejak awal 2026 membuat valuasi perseroan berubah, baik dari sisi Price-to-Earning Ratio (PER) maupun Price-to-Book Value Ratio (PBVR). Hal ini sejalan dengan kenaikan valuasi pasar pada saham-saham sektor pelayanan tanker.

Menurutnya, kondisi stabilnya permintaan penyewaan kapal tanker menjadi alasan bagi pelaku pasar berinvestasi di saham emiten pelayaran tanker. Namun, dia tetap meminta pelaku pasar untuk memperhatikan kewajaran atas harga saham perseroan sesuai dengan kinerja fundamentalnya.

"Perseroan menyampaikan agar pelaku pasar tetap memperhatikan faktor risiko dalam membuat kebijakan investasi pada saham perseroan," kata Marlina.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pindad Jadi Simbol Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia dan Dukungan Domestik
• 17 jam laludisway.id
thumb
Dari Kopi, Nongkrong, Lalu Investasi: Strategi Indonesia Pikat Investor di WEF Davos 2026
• 17 jam lalusuara.com
thumb
AI Memudahkan Pelamar Kerja, Bagaimana Menjaga Keasliannya?
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Pupuk Indonesia Gandeng Somiphos Aljazair untuk Perkuat Pasokan Fosfat Nasional dan Tekan Harga Pupuk
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Progres Tender Waste to Energy Tahap I: Pengumuman Pemenang di Februari
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.