EtIndonesia. Insiden kecelakaan yang melibatkan mobil listrik Xiaomi kembali terjadi. Pada 19 Januari, dua kebakaran kendaraan dilaporkan terjadi secara beruntun di Hainan dan Henan. Beruntung, kedua kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, pernyataan resmi Xiaomi yang dirilis keesokan harinya, yang menyebut kondisi baterai “normal” sebelum kebakaran, justru memicu keraguan luas dari publik.
Pada 19 Januari, sebuah kebakaran terjadi di sebuah pusat layanan otomotif di Haikou, Hainan. Sebuah sedan kecil berwarna merah terbakar di dalam area layanan tersebut. Api berwarna kuning menyala hebat disertai asap hitam pekat, hingga bagian depan toko hangus menghitam. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan : “Lagi-lagi mobil Xiaomi, semuanya habis terbakar.”
Pada 20 Januari, Xiaomi merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa pada 19 Januari 2026, sebuah bengkel perbaikan mobil Xiaomi di Haikou mengalami insiden kebakaran. Menurut pernyataan tersebut, pada pukul 17: 30, kendaraan telah masuk dalam kondisi parkir, dan pengemudi serta penumpang depan telah meninggalkan mobil. Pada 17 : 34, kursi depan kendaraan dilaporkan bergerak. Kemudian pada 17: 37, api mulai muncul di dalam kendaraan.
Xiaomi menyatakan bahwa : “Hingga data kendaraan terputus (offline), baterai penggerak berada dalam kondisi normal.”
Api di lokasi berhasil dipadamkan tepat waktu dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, Xiaomi juga menyebutkan bahwa pada 19 Januari pukul 16:03, di Jalan Tol Lannan S83, wilayah Cai Zhuang, Kabupaten Weishi, Kota Kaifeng, Provinsi Henan, sebuah mobil Xiaomi YU7 mengalami kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan verifikasi awal, sebelum kecelakaan terjadi, kendaraan berada dalam mode dikemudikan manusia. Sebuah truk di sisi kanan melakukan perpindahan jalur berbahaya. Karena kondisi jalan licin akibat salju, pengemudi tidak sempat menghindar, sehingga terjadi tabrakan yang kemudian memicu kebakaran.
Xiaomi kembali menegaskan bahwa : “Hingga pukul 16:14 sebelum kendaraan offline, kondisi baterai penggerak dan baterai kecil berada dalam rentang normal.”
Namun, pernyataan tersebut tidak menjelaskan penyebab kebakaran, dan hanya menekankan bahwa baterai berada dalam kondisi “normal” sebelum kendaraan offline.
Setelah pernyataan itu dirilis, banyak warganet menyampaikan keraguan dan kritik tajam.
Seorang sumber yang mengetahui kejadian di Haikou mengungkapkan bahwa mobil listrik Xiaomi tersebut bukan terbakar saat perbaikan, melainkan saat proses pencucian kendaraan. Warganet tersebut juga mengunggah foto yang menunjukkan mobil berada di dalam sebuah bangunan, dengan seluruh bodi mobil dipenuhi busa sabun putih.
Menanggapi klaim Xiaomi bahwa “baterai berada dalam kondisi normal sebelum offline”, sejumlah warganet menyindir:
“Sebelum offline itu baik, berarti memang baik?”
“Seseorang juga hidup sebelum meninggal.”
“Pernyataan humas macam apa ini? Sama saja seperti bilang orang itu hidup sebelum mati.”
Warganet lain mempertanyakan:
“Bisa jelaskan kenapa dua kejadian ini sama-sama terbakar setelah kendaraan offline?”
“Katanya semuanya normal, tapi tetap terbakar. Bukankah itu justru lebih menakutkan?”
Sebelumnya, mobil listrik Xiaomi telah beberapa kali terlibat insiden kebakaran yang menimbulkan korban jiwa.
Pada 29 Maret 2025 pukul 21: 00, di Wuhan, tiga mahasiswa dari sebuah universitas mengendarai Xiaomi SU7 menuju Chizhou, Anhui. Setelah terjadi tabrakan, kendaraan meledak dan terbakar hebat, menewaskan ketiganya di dalam mobil.
Kemudian pada 13 Oktober 2025, di Chengdu, Sichuan, seorang pria berusia 31 tahun mengendarai mobil listrik Xiaomi dan mengalami tabrakan dengan kendaraan di depannya, lalu melintasi pembatas hijau jalan. Kendaraan tersebut kemudian terbakar.
Menurut laporan, beberapa warga sekitar berusaha melakukan penyelamatan setelah melihat mobil terbakar. Namun, pintu kendaraan tidak dapat dibuka dan kaca juga tidak bisa dipecahkan. Sang pengemudi akhirnya tewas terbakar hidup-hidup di dalam mobil.
Saat warga mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan, terjadi ledakan ketiga, memaksa semua orang menjauh. Ketika petugas pemadam tiba, kendaraan telah hangus hingga hanya tersisa rangka, dan tubuh pengemudi telah mengalami karbonisasi.
Berdasarkan informasi publik, Xiaomi merupakan salah satu produsen perangkat pintar utama di Tiongkok daratan dan dalam beberapa tahun terakhir menggelontorkan investasi besar ke sektor kendaraan listrik pintar. Namun, akibat serangkaian kecelakaan yang terus berulang, keamanan produknya serta sistem manajemen baterai kini mendapat sorotan dan keraguan luas dari masyarakat.(jhn/yn)





