Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan pendidikan vokasi di tanah air dengan menginisiasi kerja sama Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dengan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE).
"Nota kesepahaman ini merupakan peluang yang strategis bagi pendidikan tinggi vokasi. Kita berharap nota kesepahaman ini dapat dilaksanakan secara konkret, sehingga betul-betul berdampak bagi masyarakat," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan kerja sama ini dilakukan dalam rangka mendorong pendidikan tinggi vokasi mempersiapkan tenaga profesional yang berdaya saing global.
Ia menilai pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan percaya diri, yang pada gilirannya berdampak bagi masyarakat dan berkontribusi untuk pembangunan nasional.
Baca juga: Kolaborasi bidang pendidikan Indonesia-China menguat sepanjang 2025
Ketua Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) Muhammad Restu mengatakan nota kesepahaman ini menjadi pintu masuk bagi politeknik di Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global.
"Menjadi tugas kami mengakselerasi nota kesepahaman ini menjadi konkret. Lulusan politeknik yang berkesempatan mendapatkan pelatihan atau magang di Guangdong, mereka akan menemukan anak tangga berikutnya untuk memasuki pasar global," ucapnya.
Salah satu butir penting dari nota kesepahaman ini melaksanakan program kerja sama 1+10+100+1.000=10.000.
Skema ini mencakup pembentukan satu pusat kerja sama dan mekanisme aliansi, yang fokus pada 10 sektor utama industri, dengan penyelenggaraan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran, untuk peningkatan mobilitas dua arah sebanyak 1.000 mahasiswa antara Indonesia dan China, serta pelatihan 10.000 talenta lokal Indonesia.
Kerja sama ini dilaksanakan melalui proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic dengan tujuan utama mendorong pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan pembinaan talenta.
Proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic dinilai sebagai langkah strategis dan solutif bagi politeknik di Indonesia untuk menjangkau dunia global, mengingat kerja sama ini juga meliputi sektor industri utama melalui integrasi industri, pendidikan, riset, dan pengembangan talenta, termasuk pertukaran talenta dua arah program pendidikan bersama, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Sebelumnya, proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic telah melaksanakan pameran pendidikan di Padang, Sumatera Barat. Kegiatan diikuti lebih dari 11 politeknik dari Guangdong. Pameran ini dinilai sukses untuk diestafetkan ke wilayah lain di Indonesia.
Selain pembelajaran berbasis pelatihan praktik, kerja sama ini juga memberikan sertifikasi dan pelatihan bahasa. Didukung skema 1+10+100+1.000+10.000 diharapkan politeknik di Indonesia mampu mewarnai pasar kerja di tingkat global.
Dengan demikian akan terjadi brain circulation di mana pengalaman dan pengetahuan dibawa pulang ke tanah air.
Baca juga: Kemdiktisaintek kolaborasi dengan ESDM percepat transisi energi RI
Baca juga: Wamen Fajar: Teaching Factory siapkan lulusan SMK berdaya saing global
"Nota kesepahaman ini merupakan peluang yang strategis bagi pendidikan tinggi vokasi. Kita berharap nota kesepahaman ini dapat dilaksanakan secara konkret, sehingga betul-betul berdampak bagi masyarakat," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan kerja sama ini dilakukan dalam rangka mendorong pendidikan tinggi vokasi mempersiapkan tenaga profesional yang berdaya saing global.
Ia menilai pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan percaya diri, yang pada gilirannya berdampak bagi masyarakat dan berkontribusi untuk pembangunan nasional.
Baca juga: Kolaborasi bidang pendidikan Indonesia-China menguat sepanjang 2025
Ketua Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) Muhammad Restu mengatakan nota kesepahaman ini menjadi pintu masuk bagi politeknik di Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global.
"Menjadi tugas kami mengakselerasi nota kesepahaman ini menjadi konkret. Lulusan politeknik yang berkesempatan mendapatkan pelatihan atau magang di Guangdong, mereka akan menemukan anak tangga berikutnya untuk memasuki pasar global," ucapnya.
Salah satu butir penting dari nota kesepahaman ini melaksanakan program kerja sama 1+10+100+1.000=10.000.
Skema ini mencakup pembentukan satu pusat kerja sama dan mekanisme aliansi, yang fokus pada 10 sektor utama industri, dengan penyelenggaraan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran, untuk peningkatan mobilitas dua arah sebanyak 1.000 mahasiswa antara Indonesia dan China, serta pelatihan 10.000 talenta lokal Indonesia.
Kerja sama ini dilaksanakan melalui proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic dengan tujuan utama mendorong pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan pembinaan talenta.
Proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic dinilai sebagai langkah strategis dan solutif bagi politeknik di Indonesia untuk menjangkau dunia global, mengingat kerja sama ini juga meliputi sektor industri utama melalui integrasi industri, pendidikan, riset, dan pengembangan talenta, termasuk pertukaran talenta dua arah program pendidikan bersama, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Sebelumnya, proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic telah melaksanakan pameran pendidikan di Padang, Sumatera Barat. Kegiatan diikuti lebih dari 11 politeknik dari Guangdong. Pameran ini dinilai sukses untuk diestafetkan ke wilayah lain di Indonesia.
Selain pembelajaran berbasis pelatihan praktik, kerja sama ini juga memberikan sertifikasi dan pelatihan bahasa. Didukung skema 1+10+100+1.000+10.000 diharapkan politeknik di Indonesia mampu mewarnai pasar kerja di tingkat global.
Dengan demikian akan terjadi brain circulation di mana pengalaman dan pengetahuan dibawa pulang ke tanah air.
Baca juga: Kemdiktisaintek kolaborasi dengan ESDM percepat transisi energi RI
Baca juga: Wamen Fajar: Teaching Factory siapkan lulusan SMK berdaya saing global



