Pemerintah mengungkapkan adanya komitmen investasi besar dari Inggris usai rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Raja Charles III.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Inggris menyatakan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun, yang salah satunya akan diarahkan untuk kerja sama sektor maritim.
Teddy menjelaskan, komitmen investasi itu diperoleh dalam pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
“Intinya ada tiga. Jadi yang pertama ada komitmen investasi sebesar 4 miliar Poundsterling, itu sekitar Rp 90 triliun. Kemudian yang kedua ada kerja sama maritim, yang ketiga ada kerja sama dalam pembangunan 1.582 kapal nelayan,” kata Teddy di Istana Negara, Kamis (22/1).
Pembangunan kapal tersebut akan dilakukan di dalam negeri. Menurut Teddy, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan proyek ini akan menyerap tenaga kerja hingga sekitar 600 ribu orang.
Rinciannya, sekitar 30 ribu orang akan menjadi awak kapal, sekitar 400 ribu orang terlibat langsung dalam proses produksi dan perakitan kapal, serta sekitar 170 ribu orang berasal dari efek berganda atau multiplier effect di sektor terkait.
“Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” imbuhnya.
Setelah dari Inggris, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).
Di forum tersebut, Presiden akan memaparkan konsep ekonomi yang ia sebut sebagai “Prabowonomics”, serta menyampaikan capaian pemerintah selama satu tahun terakhir di hadapan para pemimpin negara dan CEO perusahaan global.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475286/original/026598400_1768562929-persija_paruh_musim-8.jpg)

