FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu guru di media sosial menceritakan kenyataan pahit yang harus diterima profesinya itu.
Guru Arief Tiro lewat salah satu unggahan di akun media sosial X pribadinya membagikan cerita kurang mengenakkan.
Akun @arieftiroo mengungkap upah yang didapatkan guru di sekolah tempatnya mengajar sangat jauh dari kata layak.
Untuk guru yang berstatus sebagai Guru PW (Paruh Waktu) punya gaji berdasarkan jam mengajar.
Meski statusnya merupakan PPPK Paruh Waktu, namun untuk bayarannya bisa dikatakan jauh dari kata layak.
Khusus untuk sekolah tempat Arief Tiro berada itu bayarannya hanya Rp 49 ribu per-jam mengajar.
Belum lagi kenyataan pahit soal bayaran ini juga tergantung dari kemampuan dari daerah masing-masing.
Dan rata-rata guru PW bisanya hanya mendapatkan jam mengajar sebanyak 6-8 per-minggunya.
“Di sekolah saya pak, gaji Guru PW diberikan 40rb/jam mengajar (ini tergantung kemampuan daerah, bisa berbeda beda jumlahnya),” tulis akun tersebut dikutip Kamis (22/1/2026.)
“Sangat sedikit, rata rata guru PW di sekolah saya hanya maksimal 6-8JP/minggu,” ungkapnya.
Kenyataan inilah yang kemudian dipertanyakan ke presiden Prabowo Subianto.
Apalagi sampai untuk mendapatkan tunjangan profesi menurutnya hanya sebatas harapan.
“Gimana mau dapat tunjangan profesi gurunya pak?,” tuturnya.
Belum lagi fakta pahit soal adanya efisiensi TKD dari pusat yang mengancam para guru honor.
Ditambah ketidakmampuan daerah memberikan upah, prediksi tinggal menunggu untuk guru honor untuk segera diberhentikan.
“Adanya efisiensi TKD dari pusat dan kebijakan bahwa tidak ada lagi guru honor serta ketidakmampuan daerah memberikan upah, maka tinggal menunggu waktu guru dan tendik ‘honor’ yang tidak/belum terdata untuk diberhentikan,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)





