FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep terungkap.
Satu korban yang teridentifikasi dan ditemukan ini merupakan Deden Maulana.
Ini diketahui berdasarkan data dari manifest, Deden Maulana adalah penumpang pesawat ATR.
Dia pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dengan pangkat Penata Muda tingkat 1, jabatannya Pengelola Barang Milik Negara.
Salah satu pengusaha dan politikus, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan ucapan dukanya atas berpulangnya Deden Maulana.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Sakti Wahyu menyebut Deden adalah korban yang gugur ketika menjalankan tugas dalam kecelakaan pesawat
“Duka cita mendalam atas berpulangnya Saudara Deden Maulana yang gugur ketika menjalankan tugas dalam kecelakaan pesawat air surveillance di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkel, Sulawesi Selatan,” tulisnya dikutip Kamis (22/1/2026).
Adapun jenazah Deden ditemukan pada Minggu (18/1) siang, di jurang dengan kedalaman 200 meter dari puncak.
Ia ditemukan dan menjadi korban pertama yang jenazahnya ditemukan oleh tim SAR.
Pada hari yang sama, tim SAR gabungan telah berusaha mengevakuasi Deden.
Tapi karena medan dan cuaca ekstrem, proses evakuasi tidak dapat dilakukan.
Tim SAR baru berhasil mengevakuasi ke RS Bhayangkara Makassar setelah tiga hari lamanya.
Deden dievakuasi menggunakan helikopter ke Lanud Hasanuddin, pada Rabu (21/1) tadi pagi.
Kemudian, dilanjutkan perjalanan ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans.
(Erfyansyah/fajar)




