Pedagang Daging Sapi Pasar Palmerah Mogok Massal, Los Kosong Melompong

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh pedagang daging sapi di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, mogok berjualan pada Kamis (22/1/2025).

Pantauan Kompas.com pukul 11.00 WIB menunjukkan seluruh los daging sapi kosong dan bersih.

Hanya dua los daging kambing yang buka dan masih berjualan. Kawasan los daging sapi dan kambing yang dikelilingi los pedagang ikan, sayuran, dan sembako tampak sepi.

Hanya terlihat dua pedagang daging kambing yang berjaga di masing-masing lapak. Salah satu pedagang, Rizki (29), mengatakan para pedagang daging sapi memang sudah sepakat mogok jualan.

“Di sini kan ada 40 pedagang daging. Yang 38 itu pedagang daging sapi, dua orang pedagang daging kambing. Jadi ini semua pedagang daging sapi mogok jualan,” ujar Rizki.

Baca juga: Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan hingga Sabtu, Harga Sapi Jadi Pemicunya

“Kalau dari informasi mereka, sepertinya tidak akan jualan sekitar tiga sampai empat hari. Mungkin nanti hari Senin depan baru normal tuh,” lanjutnya.

Rizki menambahkan, pada Kamis pagi ada sekitar tiga pembeli yang sempat datang ke los daging sapi, tapi baru tahu adanya aksi mogok.

“Iya mereka tidak tahu kalau mulai mogok jualan hari ini. Ada lah sekitar tiga orang tadi datang ke sini. Ya kita kasih tahu,” tuturnya.

Pedagang daging kambing lainnya, Farhan (26), mengatakan pedagang sapi di Palmerah kompak mogok karena kemungkinan sudah ada pemberitahuan dari organisasi.

“Karena harganya sudah terlalu tinggi. Jadi kemungkinan untuk penurunan harga. Karena kan enggak masuklah untuk beli, untuk konsumen itu enggak masuk harganya,” jelas Farhan.

“Jadi memang hari ini sepi kegiatan di los daging ini, karena kan emang 50 persen lebih itu pedagang sapi kan kalau di sini,” tambahnya.

Baca juga: Pakai Stok Sisa, Pedagang Daging di Depok Masih Jualan di Tengah Aksi Mogok

Mogok Berjualan Selama Tiga Hari

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta akan melakukan mogok berjualan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Ketua DPD APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, memastikan aksi mogok berjualan merupakan bentuk protes dan keprihatinan pedagang terhadap kondisi perdagangan daging sapi yang dinilai semakin memberatkan.

“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Pedagang Daging Mogok, Pramono Yakin Tetap Ada yang Berjualan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Wahyu menjelaskan, aksi ini dipicu tidak terealisasinya hasil rapat antara APDI dengan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta instansi terkait pada 5 Januari 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
12,3 Juta WP Aktivasi Coretax, Hampir 400 Ribu Lapor SPT
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
AS Dijadwalkan Mundur dari WHO Hari Ini
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Perjalanan KRL Tanah Abang- Rangkasbitung Terganggu Akibat Longsor di Jalur Maja–Tigaraksa
• 4 jam laludisway.id
thumb
Pramono Anung Siapkan Imbauan WFH hingga PJJ Jika Banjir Melanda Jakarta
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Update Kecelakaan Kereta Api Tabrak Mobil Avanza di Tebing Tinggi, Korban Tewas Jadi 9 Orang
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.