Amerika Serikat (AS) dijadwalkan akan mundur dari WHO, Kamis (22/1) ini. Hari ini adalah setahun lebih dua hari sejak Presiden AS Donald Trump meneken Keppres bernomor 14155 pada 20 Januari 2025. Keppres itu isinya adalah Withdrawing the United States From the World Health Organization atau menarik Amerika Serikat dari anggota WHO.
Namun, mundurnya AS dari organisasi kesehatan dunia ini terganjal dengan kewajiban mereka yang harus membayar USD 260 juta kepada WHO sebelum resmi mundur. Jumlah ini belum dibayarkan AS, padahal sebelum resmi mundur, uang ini harus dibayarkan pemerintah AS kepada WHO, jika tidak mereka melanggar hukumnya sendiri.
Namun, jubir Kementerian Kesehatan AS menyatakan bahwa mereka telah 'membayar' lebih dari cukup dari jumlah yang dibutuhkan WHO selama ini.
"Rakyat AS telah membayar lebih dari cukup untuk organisasi ini, dan dampak ekonomi yang ditimbulkan lebih jauh daripada kewajiban bayar kepada organisasi ini," kata jubir WHO, lewat emailnya seperti dilansir Reuters, Kamis (22/1).
Tanggapan WHODirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta AS berpikir ulang terkait keputusannya mundur.
"Saya harap, AS akan kembali bergabung. Sebab, mundur dari WHO adalah kerugian pula bagi AS, dan kerugian untuk seluruh dunia," kata Ghebreyesus.
Sementara soal kewajiban bayar yang belum dipenuhi AS juga disoroti oleh WHO. Mereka sepakat, bahwa itu adalah pelanggaran hukum.
"Tapi Trump sepertinya bisa lolos dari jeratan itu," kata Lawrence Gostin, direktur salah satu institut kesehatan di Universitas Georgetown, yang akan menduduki jabatan eksekutif WHO pada Februari nanti.
Apa yang Terjadi jika AS mundur?Krisis keuangan untuk WHO. Hal tersebut nampaknya akan terjadi jika AS resmi mundur dari organisasi tersebut nantinya.
Sebab, AS adalah penyumbang dana terbesar WHO selama ini. 18% dari seluruh pendanaan WHO berasal dari AS.
Dengan demikian, WHO terpaksa harus mengurangi seperempat stafnya tengah tahun nanti.





