Banjir Rendam Perumahan Jatimulya Bekasi, Ketinggian Air Capai 80 Cm

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Tambun Selatan sejak dini hari menyebabkan puluhan rumah di Perumahan Jatimulya, Jalan Melati Raya, Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi, terendam banjir, Kamis (22/1/2026).

Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter di sejumlah titik.

Selain dipicu curah hujan tinggi, warga menilai buruknya sistem drainase serta maraknya pembangunan di sekitar permukiman turut memperparah genangan.

Baca juga: Jalan Raya Jatimulya Bekasi Terendam Banjir 70 Cm, Pengendara Putar Balik

Air hujan yang tidak tertampung akhirnya meluap ke jalan dan masuk ke rumah-rumah warga.

Mita (37), warga Perumahan Jatimulya, mengatakan saluran pembuangan air menuju kali di belakang permukiman tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

“Pembuangan air di kali belakang itu penuh. Terus sudah banyak pembangunan juga, air dari got-got meluap ke jalan semua. Jadinya di sini banjir,” ujar Mita saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.

Menurut Mita, kawasan tempat tinggalnya berada di posisi paling rendah dibandingkan gang-gang di sekitarnya. Kondisi ini membuat wilayah tersebut hampir selalu menjadi lokasi pertama yang tergenang saat hujan turun cukup lama.

“Kalau hujan, pasti di sini duluan yang banjir. Soalnya ini paling rendah. Air pasti ke arah sini,” kata dia.

Ia menuturkan, ketinggian banjir berbeda-beda di setiap titik. Di beberapa lokasi, air mencapai lebih dari 30 sentimeter, sementara di area dekat portal perumahan bisa mencapai sekitar 80 sentimeter.

“Kalau yang dekat portal itu bisa sampai 80 sentimeter,” ujarnya.

Meski demikian, Mita menyebut genangan air relatif cepat surut setelah hujan berhenti. Namun, intensitas banjir kini dirasakan semakin sering dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Jalan Pegangsaan Dua, Pompa SDA Kehabisan Bahan Bakar

“Kalau hujannya berhenti, cepat surut. Tapi sekarang banjirnya lebih sering masuk daripada dulu,” kata Mita.

Ia juga menyoroti pembangunan gorong-gorong yang dinilai belum optimal karena baru dilakukan di satu sisi jalan.

“Gorong-gorongnya baru sebelah kiri doang. Sebelah sana enggak, jadi enggak terlalu ngaruh. Buktinya masih banjir,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Keluhan serupa disampaikan William (65). Ia mengatakan, perumahan tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami banjir sebelum adanya pembangunan di sekitar kawasan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis, 22 Januari 2026: Hujan Ringan-Sedang Guyur Sepanjang Hari
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kepastian Hukum Lahan Meikarta Terjawab, Menteri PKP Gandeng KPK Kawal Anggaran Perumahan
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Para renang Indonesia kirim sinyal perlawanan kepada Thailand
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Barantin gagalkan 7.355 burung ilegal masuk wilayah Bali
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari, Jawa-Sumatera Diguyur Hujan Kamis 22 Januari
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.