FAJAR, MAKASSAR – Yamaha melalui PT Suracojaya Abadimotor menggelar Final Kontes SMK Road To Factory 2026 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung dan memajukan pendidikan vokasi berstandar industri, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Final kontes ini berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Yamaha Training Center, Suraco Building Lantai 5, Makassar.
Saat ini, Yamaha membina 138 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Sulselbar, yang terdiri atas 112 SMK jurusan Teknik dan 26 SMK jurusan Pemasaran. Dari jumlah tersebut, Yamaha melakukan seleksi berjenjang hingga terpilih 31 SMK untuk mengikuti tahap final. Masing-masing sekolah diwakili oleh satu siswa dan satu guru pendamping.
“Dari 31 SMK finalis ini, akan dipilih 15 SMK terbaik, terdiri atas 10 SMK bidang Otomotif dan 5 SMK bidang Pemasaran,” ujar Manager HR Business and Development Yamaha Sulselbar, PT Suracojaya Abadimotor, Ulfah Suryani Syah.
Sekolah-sekolah terpilih akan memperoleh reward berupa kunjungan gratis ke Pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta melalui program Road To Factory yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026. Program ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus sarana peningkatan wawasan industri bagi siswa dan tenaga pendidik.
Final Kontes SMK Road To Factory 2026 bertujuan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri otomotif, serta memberikan pengalaman nyata kepada siswa SMK untuk mengenal proses produksi dan budaya kerja di industri manufaktur berskala nasional.
Sementara itu, GM Business Development HR & Support Yamaha Sulselbar PT Suracojaya Abadimotor, Florentina Koeswanti, menjelaskan bahwa kontes ini merupakan agenda rutin Yamaha.
“Kontes ini sejatinya digelar secara berkala dua tahun sekali. Namun pelaksanaannya sempat terhenti akibat pandemi. Hingga tahun ini, kontes telah memasuki pelaksanaan yang kelima,” jelasnya.
Koeswanti menambahkan, pelaksanaan tahun lalu memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun PT Suracojaya Abadimotor.
“Ajang ini kami rancang untuk mencari dan menyiapkan bibit teknisi Yamaha yang andal di masa depan. Selain itu, kompetisi ini juga menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana teknologi Yamaha dipahami dan diserap oleh guru maupun siswa SMK binaan,” ungkapnya.
Kompetisi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa kontes praktik langsung di masing-masing sekolah, yang dilaksanakan selama empat bulan, dari September hingga Desember 2025, dan diikuti oleh seluruh SMK binaan Yamaha di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dari tahap ini, terpilih 31 SMK yang melaju ke final.
Tahap kedua adalah final kontes yang digelar pada Januari 2026 di Makassar, untuk kemudian diseleksi kembali hingga terpilih 15 SMK pemenang yang berhak mengikuti Road To Factory Yamaha di Jakarta.
Yamaha juga akan terus melanjutkan kerja sama dengan SMK yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) karena dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas siswa dan guru sesuai bidang keahlian masing-masing. Hadir juga Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Hery Sumiharto dan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sulawesi Barat, Irham Yakub. (*)




