Ajaib Jaga Ekosistem Pasar Modal Digital Lewat Penguatan Transparansi dan Edukasi Investor

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peningkatan signifikan jumlah investor ritel di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan menghadirkan potensi besar bagi perluasan inklusi pasar modal, disertai tantangan tambahan dalam memastikan keandalan sistem transaksi saham digital.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 20,36 juta orang pada akhir 2025.

Seiring bertumbuhnya volume dan kecepatan transaksi, ketepatan sistem serta pemahaman investor mengenai mekanisme perdagangan menjadi elemen kritis dalam memelihara kepercayaan pasar.

Azizah, Associate Vice President Marketing dari Ajaib, menegaskan di era investasi digital, keandalan teknologi harus berjalan seiring dengan edukasi pengguna.

“Sistem transaksi saham bekerja secara real-time dan seluruh instruksi diproses persis seperti yang diinput oleh nasabah. Karena itu, selain memastikan sistem yang andal dan aman, kami juga terus mendorong pemahaman investor agar lebih teliti dalam setiap langkah transaksi,” ujar Azizah.

Penyelesaian Sengketa Nasabah Secara Mandiri dan Klarifikasi Terbuka

Sejalan dengan komitmen transparansi tersebut, Ajaib juga mengonfirmasi telah tuntasnya koordinasi terkait pengalaman transaksi salah satu nasabah yang berdomisili di Bali, yang sempat menjadi perhatian publik pada pertengahan hingga akhir tahun lalu.

Melalui komunikasi langsung yang konstruktif, nasabah yang bersangkutan secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kurang paham terhadap mekanisme sistem yang berlaku.

Dalam klarifikasi di akun media sosial resminya, nasabah tersebut mengakui kegaduhan yang sempat timbul merupakan hasil dari miskomunikasi, dan menyatakan bahwa sistem serta fitur Ajaib sebenarnya berfungsi normal dan baik.

“Kami mengapresiasi itikad baik nasabah di Bali tersebut untuk memverifikasi fakta dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Hal ini mencerminkan pemahaman yang kini telah utuh mengenai mekanisme fitur transaksi. Dengan adanya penyelesaian dan klarifikasi ini, masalah tersebut secara bersama telah dinyatakan selesai sepenuhnya,” tambah Azizah.

Integritas Sistem yang Teruji

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Laporkan Realisasi Diskon Transportasi Nataru

Sebagai perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, serta anggota BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, Ajaib memastikan seluruh transaksi diproses secara transparan dan dapat ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.

Azizah menambahkan, di sisi keamanan, Ajaib telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen.

“Di tengah bertambahnya investor baru, Ajaib terus menghadirkan panduan penggunaan dan informasi di dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami alur transaksi dan risiko yang menyertai. Upaya ini dilakukan agar investor dapat mengambil keputusan dengan lebih sadar dan terukur,” jelasnya.

Ke depan, Ajaib akan terus mengembangkan teknologi dan mendukung partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia, termasuk melalui akses digital ke penawaran umum perdana saham (e-IPO) dengan pengawasan regulator.

“Dengan sistem yang andal dan pemahaman pengguna yang baik, Ajaib percaya ekosistem pasar modal digital dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Azizah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Potret Sesaknya Penumpang KRL di Pondok Ranji Saat Jalur Terganggu
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Bupati Pati Sudewo Ngaku Dijebak, Klaim Tak Tahu Apa-Apa dan Singgung Lawan Pilkada
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Ekonomi Kurang Baik, Ahmad Dhani Tidak Gelar Ngunduh Mantu El Rumi
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
ASN Pemprov Jatim Prabowo Prawira Yudha Diadili dalam Perkara Dugaan Perzinaan
• 15 menit lalurealita.co
thumb
Ada Gangguan Listrik Aliran Atas, Perjalanan KRL Green Line Terganggu Pagi Ini
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.