Bupati Pati Sudewo Ngaku Dijebak, Klaim Tak Tahu Apa-Apa dan Singgung Lawan Pilkada

genpi.co
3 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Bupati Pati Sudewo mengaku dirinya merasa dikorbankan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.

Bupati Sudewo mengaku tidak mengetahui praktik pemerasan jual beli jabatan perangkat desa di Pati yang menyeret namanya ke pusaran hukum.

"Saya menganggap, saya ini dikorbankan. Saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali," kata Sudewo, dikutip Rabu (21/1).

Sudewo bahkan mengaitkan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadapanya dengan dinamika politik Pilkada 2024.

Bupati Pati Sudewo menyebut lokasi OTT KPK berada di Kecamatan Jaken, yang menurutnya mayoritas kepala desa tidak mendukung dirinya dalam kontestasi politik Pilkada 2024.

"Terhadap tempat kejadian OTT (operasi tangkap tangan) di Kecamatan Jaken, hampir semua kepala desa di kecamatan tersebut memang tidak mendukung saya saat Pilkada 2024," tegas dia.

Di sisi lain, Sudewo membantah keras tudingan dia pernah membahas pengisian jabatan perangkat desa.

“Kepada seluruh kepala desa, camat, maupun OPD, saya belum pernah membahas pengisian jabatan perangkat desa sama sekali,” beber dia.

Dia juga mengaku belum pernah melakukan pembahasan formal maupun informal mengenai pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.

"Kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Pati, saya belum pernah membahasnya. Kepada camat, kepada OPD (organisasi perangkat daerah), belum pernah membahasnya sama sekali," terang dia.

Namun, dia mengakui sempat memanggil Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pati Tri Hariyama pada awal Desember 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Sudewo mengklaim hanya membahas draf peraturan bupati supaya proses seleksi perangkat desa berjalan bersih.

"Salah satunya adalah seleksinya sistem CAT (Computer Assisted Test), dan juga mengundang ormas, LSM, dan semua pihak, termasuk media, untuk melakukan pengawasan seleksi itu," terang dia.

Tak berhenti di situ, Sudewo juga menegaskan selama menjabat sebagai Bupati Pati, dia tidak pernah menerima imbalan apapun dalam pengangkatan pejabat.

“Pengangkatan pejabat eselon II dan III, termasuk di RSUD dan BUMD, tidak ada satu pun yang transaksional. Saya tidak menerima imbalan apapun,” klaim dia.

Bupati Pati Sudewo ditangkap dalam OTT KPK di Pati pada 19 Januari 2026.(ant)

Simak video pilihan redaksi berikut ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tahun ini, Bulog Bakal Dapat Dana Rp 66,8 Triliun
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Kebakaran Lahan Meluas, Kabut Asap Mengancam Warga Aceh Barat
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Momen Larry The Cat Bikin Salah Fokus Prabowo dan PM Inggris di Downing Street
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sains di Balik Rasa Kantuk dan Tidur Lebih Pulas saat Hujan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PPPA-P2MI Apresiasi Kapolri Beri Kesempatan Polwan Pimpin Dit PPA-PPO
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.