Profil Jamaluddin, Petani Milenial Asal Kanreapia Gowa, Raih Gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar

fajar.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nama, Jamaluddin, S.Pd, MM, tempat tanggal lahir, Kanreapia, 20 Agustus 1988, pekerjaan petani. Maaf, saya menyebut petani karena itu yang ada di biodata Anda.

Pernyataan itu disampaikan Prof Dr Hasyim Haddade, M.Ag, sembari menatap kepada pria bersetelan jas hitam, yang berdiri di mimbar, berada di posisi agak menyerong, di depannya.

Pria yang disapa Jamaluddin itu terlihat mengangguk hormat, dengan melebarkan sedikit bibirnya, tersenyum. Dengan penuh takzim, pendiri Rumah Koran itu mendengar penyampaian Prof Hasyim Haddade, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin, Makassar, yang hari itu menjadi pimpinan sidang promosi doktornya.

Siang itu, Senin, 19 Januari 2026, merupakan momen bersejarah bagi anak pasangan Daeng Abu dan Hudaya ini. Sebab, bukan hanya kedua orangtuanya hadir di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin, kampus Samata, tetapi juga kedua mertuanya.

Istrinya, Diana S.Pd,I, Gr, juga berada tak jauh dari tempat Jamal berdiri, terus memberi semangat pada suaminya itu. Anaknya, Arsyana Reskiana Jamal, duduk di deretan depan, jadi bagian dari support systemnya dalam prosesi istimewa hari itu.

Ini merupakan ujian terbuka Jamaluddin sebagai promovendus, guna mempertahankan disertasi berjudul Praktik “Attesang” dalam Membangun Ekonomi Petani dan Pemilik Modal Berbasis Al-Adl di Kabupaten Gowa. Promovendus merupakan mahasiswa Program Studi Dirasah Islamiyah, konsentrasi Ekonomi Islam dan Industri Halal.

Judul disertasi yang diangkat Pemuda Berprestasi Kabupaten Gowa 2017 itu merupakan bagian dari lingkungan aktivitasnya. Tak heran bila penerima HKTI Innovation Awards 2018 itu sangat menguasainya.

“Attesang”, jelas Jamaluddin, diartikan sebagai budaya kerja sama dalam bentuk bekerja kepada pemilik modal dengan perjanjian bagi hasil pada saat panen. Praktik ini sudah berlangsung lama, secara turun-temurun.

Perjanjian ini dilakukan secara tidak tertulis atau lisan. Pekerja berperan sebagai petani penggarap, dan pemilik modal bertindak sebagai penyedia dana, bahkan penentu pasar.

“Karena perjanjiannya secara lisan maka di situlah titik rawannya,” ujar Jamaluddin.

Begitu diberi waktu 10 menit untuk memaparkan disertasinya, penguji pertama langsung menyampaikan, “Anda sudah jadi doktor petani.”

Penguji lain memuji dengan mengatakan, “Anda merupakan petani pertama yang naik mimbar promosi doktor di UIN Alauddin.”

Pengujinya terdiri dari Dr H Abd Wahid Haddade Lc, M.HI, Dr H Rahman Ambo Masse, Lc, M.Ag, Prof Dr H Muslimin H Kara, M.Ag, Dr H Abdul Wahab, SE, M.Si, dan Dr Sumarlin, SE, M.Ak.

Sedangkan penguji eksternal terdiri dari Dr Zaenal Said.l, MH, dan Dr H Muhajir Abd. Rahman, M.Pd.I.

Dr H Muhajir Abd Rahman merupakan pengganti Prof Dr H Mukhtar Lutfi. M.Pd karena saat promosi, ia sedang keluar daerah. Namun mulai ujian proposal, hasil, hingga ujian tutup, Prof Dr H Mukhtar Lutfi. M.Pd, yang menguji.

Prof Dr H Muslimin H Kara, M.Ag, merupakan promotor dari Jamaluddin, sementara Dr H Abdul Wahab, SE, M.Si, dan Dr Sumarlin, SE, M.Ak, merupakan kopromotornya.

Hasil penelitian Jamaluddin menunjukkan bahwa implementasi praktik “Attesang” dalam hubungan kerja petani dan pemilik modal, belum sepenuhnya terpenuhi. Petani belum menempatkan diri sebagai mitra kerja.

Praktik “Attesang” dalam perspektif Al-Adl tidak berjalan sebagaimana idealnya. Lantaran hak petani kala memasarkan hasil pertaniannya masih didominasi oleh pemilik modal. Begitupun soal transparansi pengambilan keputusan, tidak sejalan dengan prinsip Al-Adl.

Praktik “Attesang” di Kabupaten Gowa, yang jadi wilayah penelitiannya, menggunakan akad Muzara’ah dan Mukhaharah. Dia menilai telah sesuai dengan perjanjian bagi hasil dalam Islam.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa dengan adanya praktik “Attesang” berbasis Al-Adl, mampu meningkatkan pendapatan petani juga pemilik modal.

Konsep ini juga membuka ruang bagi perekrutan tenaga kerja pada sektor pertanian, sekaligus dapat mengurangi pengangguran.

“Porsi penghasilan petani tergantung pada luas lahan yang digarap, sedangkan besar penghasilan pemilik modal tergantung pada jumlah mitra atau petani yang bekerja sama dengannya,” pungkas Jamaluddin.

Penguasaannya pada bidang pertanian yang kemudian disajikan secara ilmiah dalam disertadinya membuahkan hasil yang sangat positif. Nilai Ujian Promosinya adalah 4.O, dengan hasil Cumlaude.

Dia masuk sebagai mahasiswa S3, pada tahun 2023, dan selesai tahun 2026. Dengan kata lain, dia menempuh perkuliahan hanya dalam waktu 2 tahun 10 bulan 18 hari.

Di akhir promosi doktornya, Jamaluddin menyampaikan kiatnya untuk mengubah citra petani. Caranya dengan membuat program Doktor Petani di kalangan petani milenial dan Gen Z.

Jamaluddin merupakan penerima penghargaan Millenial Berkarya 2018 dari PT Semen Indonesia. Dia dan komunitasnya juga diberi apresiasi sebagai Komunitas Terbaik dari Kementerian PUPR 2018.

Deretan penghargaan lainnya berupa Business Competition tahun 2020 dari Bank Indonesia, penghargaan Mitra Brimob tahun 2022 oleh Satbrimob Polda Sulsel, Penghargaan Kampung Iklim Lestari tahun 2022 oleh KLH RI, Environmental Sosial Innovation Awards (Ensia) tahun 2025, sebagai Local Hero Inspiratif oleh PT Sucofindo, dan penerima Penghargaan Indonesia Baik Awards 2025 oleh KBR Media.

“Petani itu, sesuai akronim yang dicetuskan Presiden Soekarno, adalah penyangga tatanan negara Indonesia. Untuk menegaskan pentingnya posisi petani dalam menyediakan pangan bagi kehidupan kita,” pungkas penerima penghargaan Satu Indonesia Award 2017 dari PT Astra Internasional TBK itu. (*)

Cityzen Report: Rusdin Tompo (Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Berapa Gaji Terence Kongolo? Bek Belanda Mantan Rekan Setim Kylian Mbappe yang Kabarnya Jadi Bidikan Persib Bandung
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Sampah Organik Dominan, Danantara Jelaskan Alasan Pilih Insinerator untuk PLTSa
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Emas Bertahan Kuat Meski Sentimen Geopolitik Sedikit Mendingin
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
KPK Periksa Bos Travel hingga Pejabat Kemenag di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Konflik Memanas, Brooklyn Pertimbangkan Lepas Nama Keluarga Beckham
• 2 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.