TABLOIDBINTANG.COM - Mungkinkah Brooklyn Beckham menanggalkan nama belakangnya di tengah konflik keluarga Beckham yang tengah jadi pembicaraan publik? Seorang pakar hukum angkat bicara soal ini.
Brooklyn Beckham (26) mengejutkan khalayak—dan kemungkinan besar keluarganya—setelah secara terbuka mengumumkan putus hubungan dengan keluarga Beckham. Putra sulung David dan Victoria Beckham tersebut menyatakan tidak ingin berdamai dengan kedua orang tuanya.
Melalui Instagram Stories yang kini telah dihapus, Brooklyn menegaskan bahwa keputusannya diambil atas kemauan sendiri. “Saya tidak sedang dikendalikan. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya membela diri. Sepanjang hidup saya, orang tua saya mengendalikan narasi di media tentang keluarga kami,” tulisnya.
Pernyataan itu menegaskan secara gamblang rumor keretakan keluarga yang selama ini beredar.
Menyusul polemik tersebut, pengacara Simarjot Singh Judge memberikan pandangan hukumnya terkait spekulasi bahwa Brooklyn mungkin akan menghapus nama “Beckham” dari identitasnya.
“Di Inggris dan Wales, orang dewasa dapat mengubah nama belakang kapan saja,” jelas Simarjot Singh Judge, pendiri firma hukum Inggris, Judge Law. “Brooklyn tidak memerlukan persetujuan orang tua untuk melakukannya, dan prosesnya relatif sederhana secara hukum,” tambahnya.
Namun, ia menekankan bahwa perubahan nama tidak serta-merta menghapus keterikatan yang sudah ada. “Mengubah nama secara legal tidak membatalkan perjanjian atau menghilangkan asosiasi yang telah terbentuk. Jika seseorang sudah dikenal publik dengan nama tertentu, keterkaitan itu tidak hilang hanya karena nama belakangnya berubah,” ujarnya.
Menanggapi klaim Brooklyn yang menyebut dirinya dipaksa menandatangani pelepasan hak atas penggunaan namanya sebelum menikah, Simarjot menjelaskan bahwa aspek komersial jauh lebih krusial. “Yang menjadi perhatian hukum bukan hanya nama belakang, melainkan siapa yang mengendalikan hak komersial yang melekat pada identitas tersebut. Hak-hak itu diatur oleh kontrak. Perubahan nama saja tidak akan mengubah kepemilikan atau kendali atasnya,” kata dia.
Menurutnya, bagi figur publik, keputusan terkait nama dan identitas bisa berdampak luas pada urusan keuangan, kontrak, maupun keluarga di masa depan. “Karena itu, keputusan semacam ini harus diambil dengan sangat hati-hati dan disertai nasihat independen,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait klaim tersebut. Keluarga Beckham tampak memilih bersikap tenang dan menjaga privasi, menyusul pernyataan kontroversial Brooklyn yang menyita perhatian publik.



