Pedagang di Depok Keluhkan Harga Daging Sapi Naik hingga Rp 130.000 per Kg

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com — Kenaikan harga daging sapi di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH) mulai berdampak pada pedagang dan menurunkan minat beli masyarakat di Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.

Kondisi ini telah dirasakan para pedagang sejak awal Desember 2025 dan semakin terasa dalam dua pekan terakhir.

Salah satu pedagang, Toha (60), mengatakan harga daging sapi yang ia beli dari sejumlah RPH kini menembus Rp 130.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga standar berada di kisaran Rp 120.000 per kilogram.

Baca juga: Pedagang Daging Sapi Pasar Palmerah Mogok Massal, Los Kosong Melompong

“Harga standarnya tuh di sana saya beli Rp 120.000 per kilogram, berhubung ada kenaikan itu harga kotornya udah Rp 130.000,” kata Toha saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (22/1/2026).

Harga beli tersebut membuat harga jual ke konsumen diperkirakan bisa mencapai Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram. Namun, Toha mengaku kondisi pasar yang sedang sepi membuat pedagang kesulitan menyesuaikan harga.

Menurut Toha, kenaikan harga daging sapi berdampak langsung pada turunnya minat beli masyarakat. Akibatnya, ia terpaksa mengurangi stok harian daging sapi yang biasanya dijual.

“Biasanya paling siapin 20 kilogram sehari, ini 15 kilogram dari kemarin,” ujar Toha.

“Pembeli mah kadang-kadang muncul, sudah sepi banget. Ini daging masih sisa kemarin, masih ada 10 kilogram kira-kira,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Uci (45). Ia mengatakan harga normal daging sapi yang biasa dibelinya berada di kisaran Rp 110.000 per kilogram.

Namun, saat ini harga tersebut sudah melonjak di atas Rp 120.000 per kilogram dan belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Baca juga: Pakai Stok Sisa, Pedagang Daging di Depok Masih Jualan di Tengah Aksi Mogok

“Kalau sekarang kan lagi pada naik, jadi bingung kita untuk pembeliannya, sudah di atas Rp 120.000 sekarang,” ungkap Uci.

Di tengah lonjakan harga, Uci memilih tidak menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan kepercayaan pelanggan. Saat ini, ia masih menjual daging sapi sekitar Rp 120.000 per kilogram kepada pelanggan tetap, yang mayoritas berasal dari restoran dan rumah sakit.

“Kami bertahan dulu deh (balik modal), biarin. Kami yang penting itu service ke customer jangan sampai terputus,” terang Uci.

“Kami pengen naikkin Rp 5.000 saja ke customer ya susah, soalnya kan kita marketnya banyak pesaing,” sambungnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Uci juga menyebut adanya aksi mogok pedagang sapi yang mulai berlangsung pada hari ini. Kondisi tersebut membuat aktivitas pemotongan daging di pasar terhenti, sehingga pasokan daging menjadi terbatas. Ia pun memilih libur berjualan dan hanya mengandalkan penjualan daring.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Scam Digital Jadi Kejahatan Kerah Putih, DPR Dorong Penguatan Pengawasan dan Sinergi Lintas Negara
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BPBD Catat 1 RT dan 8 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir, Berikut Lokasinya
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Viral Pawang Hujan Mbak Rara Ditolak Masuk di Ritual Labuhan, Ini Penjelasan Keraton Yogyakarta
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di lnggris, Menhut Jelaskan Prabowo Sediakan 20.000 Hektar untuk Gajah
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Dumai Percepat Pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.