Komisi I DPR Kecam Langkah Israel Hancurkan Gedung Lembaga PBB di Yerusalem

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta mengecam tindakan Israel yang menghancurkan sebuah bangunan milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur, pada Selasa (20/1).

Menurutnya, penghancuran itu adalah luka bagi nurani kemanusiaan.

“Penghancuran markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) di Yerusalem Timur adalah luka bagi nurani kemanusiaan,” ucap Sukamta di Jakarta, Kamis (22/1).

“Ketika sebuah lembaga yang bertugas memberi makan, pendidikan, dan perlindungan bagi pengungsi justru dijadikan sasaran, maka yang diserang bukan hanya sebuah bangunan, tetapi rasa kemanusiaan itu sendiri,” tambahnya.

Sukamta menilai, penghancuran gedung itu sama dengan menutup pintu harapan bagi mereka yang bahkan tidak memiliki pilihan selain bertahan hidup. Ia pun meminta seluruh pihak untuk tidak tinggal diam.

“Apa pun dalih politik dan keamanan, kemanusiaan seharusnya menjadi garis batas terakhir yang tidak boleh dilanggar. Ketika batas itu runtuh, dunia sedang bergerak ke arah yang berbahaya, yaitu normalisasi penderitaan dan pembenaran atas ketidakadilan,” ucap Sukamta.

“Diam terhadap tindakan semacam ini berarti membiarkan kemanusiaan terus tergerus. Solidaritas terhadap rakyat Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan tanggung jawab moral bersama untuk memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah konflik dan kekerasan,” tambahnya.

Sebelumnya, Dilansir Reuters, bangunan ini sebenarnya sudah dikuasai Israel sejak tahun lalu.

Namun, bangunan milik lembaga ini dibiarkan kosong dan tak digunakan untuk apa pun oleh Israel sejak diduduki.

Laporan reuters di lapangan menyebut, bangunan ini dirobohkan dengan bantuan buldoser milik tentara Israel.

"Sekjen PBB meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proses perobohan bangunan UNRWA di Sheikh Jarrah, lalu mengembalikan bangunan UNRWA kepada PBB tanpa ada penundaan," kata wakil jubir PBB, Farhan Haq, Selasa (21/1).

Sementara menurut jubir UNRWA Jonathan Fowler, tentara Israel datang ke arah kompleks bangunan itu sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Memaksa penjaga kompleks untuk pergi, dan membawa buldoser masuk.

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menyebut, ini adalah pelanggaran hukum internasional secara sengaja.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Kalimat yang Tidak Diucap Pasangan Saling Percaya, Menurut Psikolog Lulusan Harvard!
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Peluncuran Buku Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagaman dan Kerja Kemanusiaan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Kondisi hampir fit, Yusaku Yamadera segera kembali bermain untuk PSIM
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Usai OTT Bupati dan Walikota, Kemendagri Pastikan Pemerintahan di Pati dan Madiun Tetap Berjalan
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Bantuan Kemanusiaan Jhonlin Group Mengalir ke Martapura Timur, Warga Merasa Terbantu
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.