Jakarta, VIVA – Nama Eza Gionino kembali menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan salah satu karakter dalam buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Sosok yang dimaksud adalah karakter bernama Zane, yang dinilai memiliki sejumlah kemiripan dengan Eza.
Dugaan tersebut mencuat lantaran deskripsi karakter yang dianggap serupa, mulai dari ciri suara yang berat hingga kebiasaan menggerakkan alis saat berbicara. Scroll lebih lanjut yuk!
Tak hanya soal fisik, publik juga menyoroti latar cerita Zane yang disebut pernah terlibat kasus kekerasan terhadap pasangan.
Detail tersebut memicu spekulasi karena dinilai berkaitan dengan peristiwa yang pernah menimpa Eza di masa lalu. Situasi ini membuat nama Eza kembali diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Menanggapi isu yang berkembang, Eza Gionino akhirnya buka suara melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Ia mengaku tidak keberatan apabila sebagian pembaca mengaitkan dirinya dengan karakter dalam buku tersebut.
Meski begitu, ia menilai penggambaran tokoh tersebut terkesan dilebih-lebihkan.
“Gue tahu sekarang ada isu yang rame banget, ada seseorang bikin novel tentang kehidupan dia dan ada satu karakter atau seseorang yang disebut sama dia dan kalian berpikir itu semua gua, it's okay nggak apa-apa,” ungkap Eza Gionino di video TikToknya, dikutip Kamis 22 Januari 2026.
Eza Gionino juga menegaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan berbagai asumsi yang berkembang di masyarakat. Baginya, selama hal tersebut tidak merugikan pihak lain dan masih dalam batas wajar, ia memilih untuk bersikap santai.
“Selama hal itu bisa membuat kalian bahagia di luar sana, it's okay nggak apa-apa, walaupun dibilang berlebihan, it's okay nggak apa-apa,” lanjutnya.
Menariknya, Eza menyatakan tidak memiliki niat untuk menempuh jalur hukum atau menuntut Aurelie terkait isi buku tersebut. Ia justru menyampaikan harapan baik untuk mantan kekasihnya itu.
“Gue harapin semua ini cepat selesai, cepat berlalu, kamu di sana juga sudah menikah dan semoga sehat dan baik-baik aja bersama suami di sana,” kata Eza Gionino.
Sebagai informasi, Broken Strings merupakan buku yang memuat memoar perjalanan hidup Aurelie Moeremans. Dalam karyanya, Aurelie secara terbuka menceritakan pengalaman pahit yang pernah dialaminya, termasuk menjadi korban child grooming.



