Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan memulai debutnya di ajang World Economic Forum 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
Setelah absen di perhelatan WEF 2025, Prabowo telah tiba di Kota Zurich, Swiss, Rabu petang (21/1/2026) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Nantinya, Prabowo mewakili Indonesia di panggung World Economic Forum (WEF) 2026 di Kota Davos.
Prabowo didampingi putranya Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang juga mengikutinya sejak kunjungan ke London, Inggris. Di sana, Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati kerja sama strategis di bidang pertahanan, pendidikan, hingga maritim.
Dalam rangkaian WEF 2026, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato khusus (special address) pada Kamis pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET). Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuturkan Presiden Prabowo akan menjadi pembicara dan memaparkan sejumlah konsep ekonomi yang telah dipikirkan dan diterapkan.
"Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan selama beliau sebelum menjadi presiden dan sejak menjadi presiden hingga sekarang," kata Teddy saat menjawab pertanyaan wartawan di Bandar Udara London Stansted, Inggris dilansir dari Antara.
Baca Juga
- Prabowo Tiba di Swiss, Siap Hadiri di World Economic Forum Davos
- Danantara Boyong 3 Proyek Unggulan ini ke WEF Davos, ada Kampung Haji hingga PLTSa
- Daftar Lengkap Proyek Strategis Danantara dan Nilai Investasinya
Dalam paparan tersebut, Presiden Prabowo juga akan membahas mengenai capaian-capaian yang telah diraih Pemerintah dalam satu tahun masa pemerintahan Kabinet Merah Putih. Seskab Teddy mengatakan konsep ekonomi yang akan disampaikan Kepala Negara dalam forum tersebut disebut sebagai "Prabowonomics".
"Dan itu beliau sebut dengan 'Prabowonomics'," ucap Teddy.
Seskab Teddy menambahkan WEF di Davos tahun ini dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 pimpinan perusahaan besar dunia. Dia mengungkapkan Presiden Prabowo juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara lain pada forum tersebut.
"Tentunya ada [pertemuan dengan pemimpin negara lain], nanti akan kita konfirmasi setelah sampai di sana," ungkap dia.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir ke acara WEF di Kota Davos, Swiss. Presiden Republik Indonesia sudah 10 tahun absen dari ajang WEF, yang mana presiden yang hadir pertama kali adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan berpidato pada 2011 tentang ekonomi hijau atau ramah lingkungan.
Pada WEF edisi kali ini Presiden Prabowo bersama CEO Danantara Rosan Roeslani beserta sejumlah menteri, antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, berencana akan hadir.
Forum ini melibatkan pemimpin negara-negara dunia, pengusaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dengan mengusung tema "A Spirit of Dialogue".
Dalam World Economic Forum tahun ini, pemimpin negara lainnya yang juga menyampaikan pidato secara khusus, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
World Economic Forum, selaku penyelenggara, merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank yang berpusat di Cologny, Jenewa, Swiss.
Proyek Andalan Danantara
Selain menanti pidato spesial dari Prabowo, pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memperkenalkan tiga proyek strategis dalam debut internasional di World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss.
Pemaparan tiga proyek tersebut telah berlangsung dalam sesi bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di Indonesia Pavillion, Selasa (20/1/2026).
Managing Director Investment Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja merinci tiga proyek unggulan itu meliputi pembangunan fasilitas waste-to-energy (WTE) di 33 kota, pengembangan industri obat berbasis plasma darah, serta pembangunan Kompleks Haji berstandar internasional di Makkah.
"Danantara ingin membangun sesuatu yang tahan lama dan berdampak bagi masyarakat. Kami bergerak cepat, tetapi tidak terburu-buru. Kami ingin memastikan memiliki fondasi yang kuat,” ujarnya.
Terkait dengan WTE, Danantara sebelumnya mengungkapkan bahwa proses peletakan batu pertama proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) ditargetkan berjalan bertahap pada Maret hingga Juni 2026.
Berdasarkan laporan Danantara bertajuk Addressing Future Waste Challenges, proyek PSEL yang diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 109/2025 ini merupakan program nasional jangka panjang dengan masa kontrak 30 tahun.
Dalam laporan itu, Danantara menyatakan pelaksanaan program dibagi dalam empat tahapan utama. Saat ini, fokus tertuju pada empat wilayah awal yang dinilai paling siap yakni Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta.
Memasuki Januari 2026, agenda utama adalah penyerahan proposal atau proposal submission dari para peserta tender, yang kemudian dilanjutkan dengan proses evaluasi mendalam pada Januari hingga Februari 2026.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia diketahui telah memenangkan dua proyek strategis di Arab Saudi terkait penyediaan akomodasi jemaah haji. Salah satunya berupa pembelian hotel siap pakai, sementara proyek lainnya adalah lahan yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia.
Selain memaparkan proyek, Danantara juga menyatakan komitmen tata kelola melalui efisiensi internal BUMN. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penghapusan tantiem dewan komisaris BUMN yang diproyeksikan menghemat anggaran sebesar Rp8 triliun hingga Rp8,3 triliun per tahun.
Managing Director Global Relations & Governance Danantara Mohamad Al-Arief, menilai langkah tersebut bertujuan membangun kepercayaan pasar.
"Reformasi adalah tentang menukar kenyamanan jangka pendek dengan kepercayaan pasar global," pungkasnya dalam kesempatan yang sama.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479957/original/032059100_1768999415-1000018668.jpg)

