JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi aksi mogok berjualan pedagang daging sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Pramono mengaku telah mengetahui rencana tersebut dan telah melakukan pengecekan.
Menurut Pramono, masih ada sejumlah pedagang daging sapi yang berjualan di Jakarta. Ia pun mengaku yakin tidak semua pedagang daging sapi akan mogok.
“Saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta. Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya berjualan,” kata Pramono Anung dikutip Antara, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Konsumen Bingung Daging Sapi Hilang dari Pasaran Imbas Pedagang Mogok Berjualan
Sebelumnya, APDI mengancam akan melakukan aksi mogok jualan tiga hari berturut-turut untuk memprotes lonjakan harga sapi. Ketua Umum APDI Asnawi menyebut pihaknya telah beberapa kali meminta pemerintah mengendalikan harga, tetapi belum terealisasikan.
"Aksi mogok tidak berdagang akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari Kamis sampai hari Sabtu," kata Asnawi dalam laporan tim liputan KompasTV.
Ketua DPD APDI Jakarta Wahyu Purnama menyatakan pihaknya telah bertemu dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian pada 5 Januari lalu.
Kementan disebutnya sepakat untuk mengendalikan harga sapi timbang hidup dalam kurun dua pekan. Namun, menurutnya, harga sapi belum stabil sehingga pedagang memutuskan mogok.
Seorang konsumen di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Anton, mengaku kesulitan mendapatkan daging sapi usai asosiasi pedagang mogok jualan.
Anton mengaku telah mendatangi enam pasar di Jakarta. Namun, tidak ada pedagang sapi yang berjualan di enam pasar tersebut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- pedagang daging mogok jualan
- asosiasi pedagang daging sapi
- pramono anung
- gubernur jakarta
- mogok jualan




