Kemenhaj Siapkan Skema Murur dan Tanazul Pascawukuf di Arafah

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Kementerian Haji dan Umrah kembali menyiapkan skema murur dan, untuk pertama kalinya, pelaksanaan tanazul dalam puncak ibadah haji tahun 2026 di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, mereka juga akan mengerahkan personel TNI/Polri dan kementerian yang sudah berhaji untuk melewatkan singgah di Arafah untuk langsung disiagakan di Mina.

Skema pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina–yang kerap disingkat Armuzna–dipaparkan oleh Kepala Satuan Operasi Armuzna 2025 Laksamana Pertama Harun Arrasyid kepada peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026) malam. 

Baca JugaPenuhi Kebutuhan Para Calon Jemaah Haji Lansia dan Perempuan

Dua skema itu disiapkan untuk mengakomodasi layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia), difabel, dan sakit serta untuk mengatasi kepadatan jamaah di Mina. Puncak ibadah haji berlangsung melalui wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijah, yang diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026.

Setelah menyelesaikan wukuf, jamaah bergeser dan bermalam di Muzdalifah, lalu ke Mina untuk melempar jamrah atau batu kecil sebagai simbol melempar setan yang menggoda Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar ketika Ibrahim akan melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail sebagai ujian ketaatan kepada-Nya.

Skema murur dilakukan dengan membawa para jemaah lansia, difabel, dan pendamping masing-masing dengan bus tanpa berhenti (murur) di Muzdalifah. Mereka langsung menuju Mina.

Adapun skema tanazul dilakukan jamaah yang telah melempar jamrah untuk kembali ke hotel masing-masing di sekitar Mina, tanpa tinggal di tenda-tenda di kawasan itu. Dari hotel-hotel mereka, jemaah bisa kembali melanjutkan melempar jamrah di lokasi melempar jamrah.

Rencana untuk murur dan tanazul akan kita laksanakan rencananya tahun ini.

“Rencana untuk murur dan tanazul akan kita laksanakan rencananya tahun ini,” kata Harun. “Kami menganggap, lebih efektif dengan murur (karena) bisa mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan (jemaah) baik yang ada di Muzdalifah itu maupun nanti di Mina.”

Harun menyebutkan, program tanazul diutamakan bagi para jemaah yang tinggal di hotel-hotel di kawasan Syisyah dan Raudhah. Kawasan ini berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi melempar jamrah.

Skema murur telah dilaksanakan pada musim haji tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Akan tetapi, sehari sebelum pelaksanaan, tanazul dibatalkan mengingat belum ada lampu hijau dari Pemerintah Arab Saudi.

Jika nanti dilaksanakan, untuk pertama kali penyelenggaraan ibadah haji reguler yang kini dikelola Kementerian Haji dan Umrah menjalankan skema tanazul. “Program tanazul masih akan dimatangkan dengan Kementerian Haji dan Wakaf Arab Saudi. Pada November lalu, mereka telah menyatakan senang jika (Indonesia) melaksanakan program tanazul,” kata Hasan Afandi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj, Kamis (22/1/2026).

Baca JugaTingkat Pelunasan Calon Jemaah Haji Hampir 100 Persen

Hasan menambahkan, jumlah peserta program tanazul diperkirakan sekitar 50.000 orang. Para jemaah yang akan mengikuti program tanazul itu akan ditentukan sejak mereka masih di Indonesia. Mereka akan diberi tahu bakal mengikuti program tersebut dan akan diberi pelajaran fiqih terkait tanazul.

Dengan adanya program tanazul, Kemenhaj ingin memberikan kenyamanan bagi jemaah tanpa mengurangi aspek-aspek manasiknya. Mereka yang masuk sebagai peserta tanazul bisa langsung kembali ke hotel masing-masing. Sementara jemaah yang tinggal di tenda-tenda di Mina akan memperoleh ruang lebih longgar.

Hasan menjelaskan, saat ini kasur bagi jamaah saat wukuf di Arafah tersedia seluas 1,6 meter persegi per orang. Adapun kasur bagi jamaah saat bermalam (mabit) di Mina 1 meter persegi. Dengan pengurangan jemaah yang mengikuti tanazul tersebut, ruang gerak jemaah di Mina bakal lebih longgar. 

Lewatkan Arafah

Menurut Harun, terkait pelaksanaan ibadah di Armuzna, bakal ada pergerakan besar-besaran di kalangan petugas maupun jemaah pada 7-13 Dzulhijah. Para petugas sudah bergerak ke Arafah dan menyiapkan penyambutan jemaah pada 7 Dzulhijah. Adapun seluruh jemaah mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijah pagi guna melaksanakan ibadah wukuf, keesokan harinya.

Rentang tujuh hari pada 7-13 Dzulhijah itu merupakan fase kritis yang menuntut kesiagaan para petugas haji. Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, jemaah bergerak menuju Mina untuk melempar jamrah mulai 10 Dzulhijah. 

Baca JugaKenangan Gus Irfan Bersih-bersih Toilet Jemaah Haji 

“Malam 10 Dzulhijah itu malam krusial (karena) semua jamaah menuju ke Mina sehingga berpotensi terjadi kepadatan, kelelahan, dan hal-hal yang bisa membuat jamaah kita membutuhkan pertolongan,” kata Harun.

Oleh karena itu, Kemenhaj berencana mengeluarkan keputusan bahwa bagi para petugas haji dari unsur TNI/Polri dan bagian-bagian lain yang pernah menunaikan haji untuk tidak singgah di Arafah, melainkan langsung menuju Mina guna memberikan pelayanan jemaah di sana.

“Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal, kita memiliki rencana bahwa petugas, baik itu dari unsur linjam (perlindungan jamaah) maupun juga dari lain-lainnya yang sudah berhaji, kita akan langsung drop dari pemondokan atau hotel yang ada di Mekah langsung menuju Mina,” tutur Harun.

“Tujuannya, agar lebih efektif penyambutan dan pemantau jamaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan dari Muzdalifah menuju Mina. Sehingga (petugas) bisa maksimal memberikan pemantauan, peninjauan, dan juga bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh jamaah kita saat melempar jamrah di malam pertama,” kata Harun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Tata Kelola, Bank DBS Indonesia Angkat Triana Gunawan sebagai Komisaris Independen
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi Ungkap Alasan Gandeng Christopher Rungkat Sebagai Pelatih
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Di WEF 2026 Davos, RI Tekankan AI sebagai Peluang Inovasi Hadapi 2030
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
BI Prediksi Kredit Tumbuh hingga 12 Persen di 2026
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Insanul Fahmi – Inara Rusli Damai, Laporan Dicabut
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.