KEPUTUSAN Presiden Donald Trump membatalkan rencana kenaikan tarif dagang terhadap beberapa negara Eropa menciptakan gelombang reaksi di pasar global. Investor kini menyesuaikan portofolio mereka setelah sentimen risiko berkurang secara signifikan.
Berikut analisis dampaknya yang perlu diketahui, lengkap dengan angka harga terbaru:
1. Harga Emas Turun dari Rekor TinggiSetelah ancaman tarif mereda, harga emas dunia turun signifikan dibandingkan rekor tertingginya. Harga emas hari ini turun menjadi sekitar US$4.790 per ons troi (sekitar Rp81.3 juta), dari US$4.887 per ons troi (sekitar Rp82.9 juta per ons) sebelumnya.
Baca juga : Prediksi Harga Emas Rabu 21 Januari 2026: Rekor ATH Berpotensi Berlanjut ke Rp2,8 Juta
Penurunan ini menunjukkan minat investor terhadap aset safe haven menurun seiring berkurangnya ketegangan perdagangan.
2. Emas Global Masih Tinggi Dibanding Masa LaluMeskipun turun, harga emas tetap jauh di atas level historis normal.
Sebelumnya, emas sempat menyentuh US$4.778,51 per ons troi (sekitar Rp81.0 juta ) saat pasar masih menilai ancaman tarif tinggi.
Baca juga : Netanyahu Beri Tahu Trump 50 Menit sebelum Serangan Israel ke Doha
Harga di pasar emas domestik juga pernah mencapai Rp150.560 per 10 gram di MCX (Indian market), setara dengan sekitar harga tinggi global.
3. Indeks Saham AS Menguat TajamSentimen positif datang dari pasar saham AS setelah tarif ditangguhkan.
Dow Jones Industrial Average naik sekitar 1,2%, begitu pula S&P 500 dan Nasdaq naik masing-masing 1,2% dalam satu sesi perdagangan setelah pengumuman.
Kenaikan ini menunjukkan investor kembali ke aset berisiko setelah ketidakpastian mereda.
4. Saham Teknologi dan Saham Berisiko Lainnya MenguatPergerakan indeks saham Asia juga mencerminkan optimisme pasar:
- Nikkei 225 Jepang naik sekitar 1,9% menjadi 53.760,85, dan Kospi Korea Selatan menembus 5.000 poin untuk pertama kali.
Ini menunjukkan saham berisiko mendapat dukungan dari hilangnya ancaman tarif.
5. Bursa Saham Eropa Menunjukkan ReboundDi Eropa, setelah keputusan tarif dibatalkan:
- Indeks seperti FTSE 100, CAC 40, dan DAX kembali menguat masing-masing lebih dari 0,1%-0,5% setelah sempat turun sebelumnya.
Penguatan ini membantu meredakan tekanan jual yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
6. Nilai Tukar Mata Uang Berisiko MeningkatKebijakan yang lebih tenang membuat mata uang berisiko kembali menarik.
- Euro dan mata uang Asia lainnya kembali menguat terhadap dolar AS setelah sempat tertekan akibat ketidakpastian tarif. Dolar AS stabil di level sekitar US$1,1676 per euro.
Sikap hati-hati sebelumnya mendorong investor memindahkan aset ke emas ketika forecast risiko tinggi. Kini, pasar bergerak kembali ke saham dan sektor pertumbuhan.
Sebagian investor mulai mengurangi porsi emas dan meningkatkan porsi pada saham siklikal serta teknologi, sesuai dengan tren penguatan indeks utama. (Didukung oleh pergerakan angka Dow dan S&P 500 di atas)
KesimpulanKeputusan Trump membatalkan kenaikan tarif dagang ke negara-negara Eropa telah memicu perubahan besar pada pasar global:
- Emas turun dari puncaknya, tetapi masih tetap tinggi secara historis.
- Indeks saham utama AS dan Asia menguat, mencerminkan optimisme investor.
- Sentimen risiko pasar menurun, memicu rebalancing portofolio.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan global masih menjadi faktor utama dalam pergerakan harga komoditas dan saham dunia. (Z-10)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5296293/original/009915600_1753555212-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-4.jpg)