Bisnis.com, ACEH TAMIANG — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau hunian sementara yang dibangun Kementerian PU di Desa/ Gampong Bundar Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (22/1/2026).
Huntara berkapasitas 84 kepala keluarga (KK) atau sekitar 336 jiwa itu dijadwalkan akan diresmikan oleh Menteri PU bersama Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY hari ini.
Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, pembangunan huntara berkonstruksi modular yang berlokasi persis di belakang kawasan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang itu telah rampung dan siap ditempati masyarakat terdampak bencana.
Dari data yang dihimpun Bisnis, Kementerian PU membangun 7 (tujuh) blok dengan luas bangunan 12.418 meter persegi dalam kawasan huntara di Gampong Bundar.
Tak hanya kamar lengkap dengan isinya, Kementerian PU juga melengkapi fasilitas penting masyarakat seperti kamar mandi bersama, dapur bersama, area cuci dan jemur, musala, dan area komunal multifungsi lainnya seperti taman bermain anak.
Pengerjaan huntara modular sebanyak 114 unit ini dikebut Kementerian PU selama 18 hari agar masyarakat yang masih tinggal di tenda pengungsian dapat berpindah segera ke huntara sebelum Ramadan.
Baca Juga
- PLN Gratiskan Listrik Selama 6 Bulan untuk Huntara Korban Banjir Sumatra
- Brantas Abipraya Rampungkan 162 Huntara di Pidie Jaya, Aceh
- Semen Padang Salurkan Semen Bantu Bangun Ratusan Huntara di Wilayah Terdampak Bencana Sumbar
Dalam tinjauannya Menteri PU mengecek kesiapan unit beserta fasilitas huntara, termasuk ketersediaan jaringan listrik dan air bersih sebelum peresmian.
Menteri PU juga meninjau pembangunan huntara 2 yang berlokasi tak jauh dari huntara di Gampong Bundar. Rencananya, di lokasi huntara 2 akan dibangun 210 unit untuk menampung 156 kepala keluarga (KK).
Kementerian PU mendorong pembangunan huntara dipercepat agar masyarakat terdampak bencana dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Sebagai informasi, huntara Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat. Sistem ini memungkinkan pembangunan dilakukan lebih cepat di tengah kondisi pascabencana.
Pembangunan ratusan unit huntara oleh Kementerian PU ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1.

