TABLOIDBINTANG.COM - Komedian Katherine Ryan melontarkan kritik tajam terhadap Brooklyn Peltz Beckham. Ia menyebut putra sulung David dan Victoria Beckham itu sebagai “nepo baby” yang tidak tahu berterima kasih, menyusul unggahan Brooklyn yang menyerang kedua orang tuanya.
Brooklyn (26) sebelumnya menumpahkan kekecewaannya melalui Instagram, yang kemudian memicu reaksi keras dari Katherine Ryan (42). Dalam siniar Telling Everybody Everything, Katherine secara terbuka menyatakan keberpihakannya pada pasangan Beckham.
“Saya berada di pihak David dan Victoria. Sebagai orang tua, dan sebagai seseorang yang pernah menjadi anak muda yang menyebalkan, saya pikir Brooklyn Beckham perlu sedikit lebih dewasa,” ujar Katherine.
Ia menilai Brooklyn menikmati banyak privilese sebagai anak pertama dari keluarga besar yang berpengaruh. “Dia adalah putra pertama dari sebuah dinasti besar—bagi kami, mereka seperti keluarga kerajaan dengan busana denim serasi—dan itu datang dengan banyak keistimewaan. Memang hidup di bawah sorotan publik itu rumit, tapi dia sangat diuntungkan oleh semua ini,” katanya.
Katherine menambahkan, Brooklyn tampak belum memiliki kedewasaan emosional untuk mengakui bahwa meski ada sisi sulit, kehidupan yang ia jalani juga dibentuk oleh dukungan dan peluang dari orang tuanya. “Orang tuanya bukan pelaku kekerasan. Mereka mengatakan hal-hal baik tentang dirinya dan memberinya kesempatan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena “nepo baby” yang kerap kesulitan menyamai—apalagi melampaui—kesuksesan orang tua mereka. “Saya tidak melihat rasa terima kasih dalam unggahan-unggahan itu,” tegas Katherine.
Kritik tersebut juga diarahkan pada klaim Brooklyn yang menyebut ibunya, Victoria (51), “membajak” tarian pertamanya dengan sang istri, Nicola Peltz Beckham, pada pernikahan mereka tahun 2022. Dalam unggahannya, Brooklyn mengaku merasa tidak nyaman dan dipermalukan saat Victoria ikut menari di hadapan sekitar 500 tamu undangan, sehingga pasangan itu bahkan ingin memperbarui janji pernikahan demi menciptakan kenangan baru yang lebih membahagiakan.
Menanggapi hal itu, Katherine mempertanyakan tuduhan tersebut. “Apa maksudnya? Menari terlalu sensual? Kenapa Victoria Beckham siap berada di momen itu? Mungkin hanya salah paham, karena memang lazim ada tarian dengan ibu,” ujarnya. Ia menilai klaim “dipermalukan” tersebut terkesan berlebihan.
“Keberadaan ibumu sebagai individu yang otonom adalah bagian dari hidup. Dia juga menjalani perjalanannya sendiri dan wajar memiliki perasaan ketika putra pertamanya menikah. Jika ia ingin memelukmu, menangis, atau bahkan terlalu ikut campur, biarkan itu menjadi hal yang memalukan baginya—bukan bagimu,” kata Katherine.
Lebih lanjut, Katherine meragukan pemahaman Brooklyn tentang trauma dan kekerasan yang dialami banyak orang di dunia nyata. “Ini adalah pengalaman hidupnya dan dia percaya telah diperlakukan tidak adil—baiklah. Tapi pada satu titik, jika ingin benar-benar berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi dewasa, kamu juga harus memberi kelapangan hati kepada orang tuamu,” pungkasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3620465/original/087377600_1635841743-20211102-Waspada__Cuaca_Ekstrim_Ancam_Jabodetabek-1.jpg)

