REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan aksi mogok pedagang daging sapi di Jakarta telah berakhir. Kepastian itu disampaikan setelah pemerintah melakukan intervensi langsung melalui koordinasi lintas lembaga dan pertemuan dengan pelaku usaha. Kesepakatan dicapai agar aktivitas perdagangan kembali berjalan sesuai regulasi dan harga tetap terkendali.
Pemerintah memfasilitasi rapat koordinasi yang melibatkan Satgas Pangan, Bulog, BUMN pangan, aparat penegak hukum, asosiasi pedagang, produsen, hingga distributor. Fokus utama rapat mengunci kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET) dan harga pembelian pemerintah (HPP), terutama menjelang Ramadhan saat permintaan meningkat.
- Harga Sapi Mahal, Pedagang Daging di Pasar Minggu Jakarta Mogok Jualan
- Akibat Konflik Lahan dan Krisis Pakan, Peternak Sapi di Indramayu Merana
- Puluhan Peserta Saling Beradu Cepat di Lintasan Karapan Sapi Sakak
“Kami sudah bahas tadi dan bahkan tadi malam langsung kami tindak lanjuti aksi mogok. Tadi malam sudah ketemu dan sudah sepakat untuk jual lagi,” kata Amran di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan pemerintah tidak memberi ruang bagi praktik penjualan di atas HET. Satgas Pangan diminta turun memeriksa rantai pasok untuk memastikan tidak ada pihak yang bermain, baik di level penggemukan, distribusi, maupun ritel. Pemerintah juga menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Menanggapi isu impor, Amran menegaskan impor sapi bakalan sebanyak 700 ribu ekor sepenuhnya dialokasikan untuk swasta sepanjang tahun dan tidak dikaitkan dengan momentum Ramadan. Untuk komoditas daging, sebagian penugasan dialihkan kepada BUMN agar negara memiliki instrumen stabilisasi ketika terjadi gejolak harga.
Skema tersebut dipilih agar pemerintah dapat melakukan intervensi cepat saat pasokan terganggu atau harga bergerak di luar kendali. Pemerintah juga memastikan seluruh izin impor dan langkah antisipasi telah dilepas sejak Desember.
“Tidak ada pengusaha di seluruh Indonesia yang boleh menjual di atas HET. Kalau ada yang menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja, bila perlu menindak,” ujar Amran.
Di luar komoditas daging, pemerintah menyatakan stok pangan strategis nasional berada dalam kondisi aman. Cadangan beras tercatat mencapai 3,3 juta ton, tertinggi pada akhir Januari sepanjang sejarah. Minyak goreng tersedia sekitar 700 ribu ton yang dikelola Bulog dan ID FOOD.
Komoditas lain seperti telur, bawang merah, dan cabai juga dinilai mencukupi. Harga ayam bahkan berada di bawah HPP, di kisaran Rp22–23 ribu per kilogram, dengan target perbaikan menjelang Ramadan.
“Sudah aman, pasokan aman. Semua izin yang dibutuhkan sudah dilepas sejak Desember. Sekarang ini tinggal monitoring,” tutur Amran.
Dengan berakhirnya aksi mogok dan berjalannya skema stabilisasi impor, pemerintah menegaskan pengawasan harga akan diperketat sepanjang Ramadhan. Stabilisasi pangan ditempatkan sebagai prioritas agar produsen, pedagang, dan konsumen terlindungi, dengan pengawasan berlapis untuk memastikan kepatuhan HET dan kelancaran pasokan nasional.




