Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Trofi Piala Dunia FIFA menjadi simbol paling prestisius dalam dunia sepak bola internasional.
Trofi ini diperebutkan oleh tim nasional terbaik dari berbagai negara dalam ajang Piala Dunia FIFA yang digelar setiap empat tahun sekali.
Trofi Piala Dunia FIFA dijadwalkan tiba di Jakarta pada, Kamis, 22 Januari 2026, hari ini sebagai bagian dari rangkaian tur promosi.
Trofi tersebut akan dipresentasikan oleh legenda sepak bola Brasil, Gilberto Silva di Jakarta Convention Center (JCC) dan dapat disaksikan langsung dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Dijadwalkan, trofi akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta yang kemudian akan diarak menuju JCC.
Kehadiran trofi Piala Dunia FIFA di Jakarta menjadi momen istimewa bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Selain memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung simbol kejayaan sepak bola dunia, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan antusiasme dan semangat perkembangan sepak bola nasional.
Sejarah Singkat Trofi Piala Dunia
Trofi Piala Dunia yang digunakan saat ini pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia FIFA 1974 di Jerman Barat.
Trofi tersebut menggantikan Trofi Jules Rimet yang sebelumnya digunakan sejak edisi perdana Piala Dunia pada 1930 hingga 1970.
Trofi Jules Rimet kemudian menjadi milik permanen Brasil setelah negara tersebut meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya.
Trofi Piala Dunia FIFA dirancang oleh pematung asal Italia, Silvio Gazzaniga.
Desainnya menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bola dunia, melambangkan kejayaan, persatuan, serta semangat global dalam olahraga sepak bola.
Piala ini memiliki tinggi 36,8 sentimeter dengan berat sekitar 6,1 kilogram.
Trofi tersebut terbuat dari emas 18 karat, sementara bagian alasnya menggunakan batu malasit berwarna hijau. Pada bagian bawah trofi terukir nama negara juara serta tahun kemenangan.
Berbeda dengan trofi kejuaraan lainnya, trofi asli Piala Dunia FIFA tidak diberikan secara permanen kepada negara juara.
FIFA hanya memberikan hak kepada tim pemenang untuk mengangkat dan memamerkan trofi asli pada acara resmi. Setelah itu, trofi disimpan kembali oleh FIFA dan negara juara menerima replika berlapis emas.
Editor: Redaksi TVRINews




