Gelombang tinggi di perairan Jepara, Jawa Tengah (Jateng) menyebabkan penundaan penyeberangan menuju Karimun Jawa. Sementara itu, banjir yang luap dari Sungai Juwana masih menggenangi SD Negeri Karangrowo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Tingginya gelombang laut membuat aktivitas pelayanan terganggu. Termasuk penyeberangan menuju Kepulauan Karimun Jawa. Berdasarkan prakiraan dari BMKG tinggi gelombang di perairan Jepara diperkirakan mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter dalam tiga hari ke depan.
Kondisi tersebut dinilai sangat beresiko bagi kapal dengan ketinggian lambung rendah. Petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara mengeluarkan peringatan keselamatan terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.
Operator kapal diminta menunda pelayaran hingga kondisi cuaca dinyatakan aman. Sementara itu, seluruh penyeberangan ke Karimun Jawa pada hari ini, Kamis, 22 Januari 2026, belum bisa diberangkatkan, baik menggunakan kapal feri maupun kapal cepat.
Baca Juga :
Banjir Rendam Kudus, Warga Diimbau Waspada Leptospirosis"Kondisi ini akan berlangsung beberapa hari ke depan. Tinggi gelombang itu antara 1,25 sampai 2,5 meter. Jadi untuk pelayaran dengan freeboat di bawah 2 meter itu kami sarankan untuk menunda pelayaran sampai kondisi cuaca benar-benar memungkinkan untuk pelayar," ujar Petugas Kesyahbandaran UPP Kelas II Jepara Dedi Agus Triyanto.
Sementara itu, banjir yang meluap dari Sungai Juana masih menggenangi SD Negeri Karangrowo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Selama lebih dari sepekan aktivitas belajar mengajar di sekolah
ini terpaksa diliburkan, para siswa mengikuti pembelajaran daring dari rumah masing-masing.
Pihak sekolah terpaksa menumpuk meja serta menyelamatkan buku arsip dan rapor siswa dengan cara diletakkan di tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air.
Ketinggian air di lokasi ini mencapai 80 cm hingga lebih dari 1 meter.




