TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pedagang daging di sejumlah pasar tradisional Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kompak mogok jualan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan pemantauan Kompas.com di Pasar Jombang, Ciputat, seluruh kios pedagang daging yang berada di bagian belakang pasar tampak kosong.
Tidak terlihat satu pun daging sapi dipajang di keramik kios.
Baca juga: Pedagang Daging di Pasar Rawa Badak Mogok, Pembeli Bingung Lapak Sepi
Suara khas potongan daging yang biasanya terdengar sejak pagi pun nihil.
Lampu penerangan di kios-kios tersebut tampak padam, hanya mengandalkan cahaya matahari yang menembus area belakang pasar.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Serpong, Serpong, Tangsel.
Seluruh kios pedagang daging tampak tertutup dan tidak ada aktivitas jual beli di lokasi tersebut.
Di beberapa sudut kios, terpasang surat pemberitahuan dari Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI).
Dalam surat itu tertulis ajakan aksi mogok jualan yang dilakukan serentak di seluruh pasar dan rumah potong hewan (RPH) se-Jabodetabek.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Depok Tembus Rp 150.000 per Kg, Pedagang Pilih Kurangi Stok
APDI meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging.
“Kami berharap kepada Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional dapat segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” tulis APDI dalam surat edaran tersebut.
Pedagang Daging Keluhkan Harga Terus Naik
Sahroni (60), pedagang daging di Pasar Jombang yang sudah berjualan sejak 1996, mengatakan, aksi mogok itu dilakukan karena harga pengambilan daging yang tidak sesuai dengan penjualan.
Pasalnya, ia merasa tertekan karena dari pemotongan terus mengalami kenaikan, sementara daya beli masyarakat belum membaik.
“Masalahnya di harga. Dari sananya terus naik, sedangkan penjualan ke konsumen masih segitu-segitu saja,” kata Sahroni saat ditemui Kompas.com di Pasar Jombang, Kamis.
Ia menjelaskan, sebelumnya harga pengambilan daging sapi berada di kisaran Rp 120.000 per kilogram, sementara harga jual ke konsumen Rp 130.000 per kilogram.