Pak Gub, Jalan Rusak Parah Hambat Ekonomi Warga Pelosok Gowa-Sinjai

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR — Jalan rusak di perbatasan Gowa-Sinjai menghambat mobilitas. Perekonomian warga pelosok mandek.

Ekonomi kecil yang bergulir dari pertanian di kawasan Tombolo Pao (Gowa) dan Manipi (Sinjai) tidak hanya ditunjang produksi. Aspek distribusi juga ikut memengaruhi. Ini yang menjadi masalah besar.

Distribusi hasil pertanian, khususnya sayuran di kawasan perbatasan dua kabupaten tersebut seringkali terhambat akibat rusaknya ruas jalan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai pemilik wewenang diminta segera menindakinya. Terutama di ruas jalan di Tombongi dan Tombolo Pao.

Anggota DPRD Sulsel dari Dapil Gowa, Andi Tenri Indah mengatakan, dirinya tahu persis kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Malino menuju Sinjai. Ruas jalan di Tombongi dan Tombolo Pao, sudah lama menjadi keluhan masyarakat.

Ruas jalan di dua daerah itu sangat urgen ditangani. Tenri Indah sendiri sudah beberapa kali menerima aspirasi langsung dari warga terkait kerusakan jalan tersebut. Hampir semua kelas jalan: provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, dan jalan tani, banyak yang rusak.

“Ini bukan persoalan baru, tapi justru karena sudah berlarut-larut, maka makin mendesak untuk segera ditangani,” ujar Indah kepada FAJAR, pekan lalu.

Ketua Komisi E tersebut mengutarakan bahwa ruas itu bukan sekadar penghubung antarkecamatan, tetapi merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di kawasan dataran tinggi Gowa.

Para petani sayur, peternak, dan pelaku usaha kecil sangat bergantung pada kelancaran akses jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar.

“Ketika jalannya rusak, biaya transportasi naik, waktu tempuh bertambah, dan yang paling dirugikan tentu masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian,” terang politisi wanita dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Indah berkomitmen akan membawa persoalan infrastruktur Jalan Tombongi dan Tombolo Pao ke forum lintas komisi DPRD Sulsel. Khususnya berkoordinasi dengan Komisi D yang membidangi infrastruktur, agar bersama-sama mendorong Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel memprioritaskan perbaikan ruas jalan tersebut.

“Dalam pembahasan APBD, saya juga akan menyuarakan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, termasuk untuk wilayah-wilayah perbatasan yang selama ini mungkin luput dari perhatian,” katanya.

“Kawasan Malino-Sinjai ini strategis secara ekonomi maupun konektivitas antar-kabupaten, dan sudah seharusnya mendapat penanganan serius dari Pemprov,” sambung Tenri Indah.

Ia berharap Pemprov Sulsel bisa segera melakukan asesmen kondisi jalan dan memasukkannya dalam program prioritas tahun anggaran kali ini. Dari sisi dewan, dirinya siap mengawal.

Sekaligus memastikan bahwa aspirasi masyarakat Gowa tidak hanya didengar, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan masyarakat di daerah tidak tertinggal dalam hal akses infrastruktur dasar,” tandas Indah.

Empati Hilang

Warga asal Tombolo Pao, Tanila, juga berharap Pemprov Sulsel tak hanya memperhatikan Bone dan sekitarnya. Kondisi Gowa-Sinjai benar-benar butuh atensi serius. Apalagi, ada dua jalur provinsi di kawasan itu yang kondisinya sama-sama rusak parah.

Pertama, jalur Kanreapia-Bolaromang, Tombolo Pao ke Balang-balang, Desa Balakia, Sinjai Barat. Kedua, jalur Lembang, Tombolo Pao ke Manipi, Sinjai Barat. Di jalur kedua ini, kerusakan parah terjadi di Mappadang, Tamajeng, Baraya, hingga Suka.

“Padahal kalau jalan bagus di situ, sangat membantu petani karena mempercepat distribusi hasil pertanian mereka,” kata Tanila.

Dahulu, jalanan ini sempat dijanjikan akan dikerjakan oleh Pemprov Sulsel pada era Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel. Tak hanya dikerja, jalan juga dijanjikan akan dilebarkan. Sayang, janji itu tak terealisasi lantaran Nurdin Abdullah terhenti di tengah jalan.

“Tombolo Pao itu sentra beras unggul dan sayur-mayur. Pemerintah mestinya punya kepekaan dan kepedulian terhadap rakyat pelosok,” sambungnya. (uca/zuk)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Raksasa Teknologi dan Startup Berebut AI Generatif di Perangkat Audio
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Banjir 15 Cm Rendam Flyover Pesing, Motor Dilarang Naik
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Sudinkes Akui Gudang Obat Sementara di Jakbar Tak Layak
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Jemput Paksa Kajari Sampang Fadilah Helmi Terkait Dugaan Pelanggaran
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Data OJK: Investor Kripto Naik, Nilai Transaksi Turun
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.