Bapanas Jamin Stok Pangan Melimpah hingga Ramadan: Tidak Ada Alasan Harga Naik

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan ketersediaan pangan aman hingga memasuki Ramadan pada pertengahan Februari 2026.

Bapanas Jamin Stok Pangan Melimpah hingga Ramadan: Tidak Ada Alasan Harga Naik. (Foto Tangguh/IMG)

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan ketersediaan pangan aman hingga memasuki Ramadan pada pertengahan Februari 2026.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pangan.

Baca Juga:
Bapanas Bakal Longgarkan Aturan Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg

Sebab, kata dia, pemerintah terus menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar stabil hingga Ramadan dan setelahnya.

"Kita menjaga HET pangan, sekarang sampai bulan Ramadan, sampai selesai. Dan HPP juga kita jaga. Kenapa? Alhamdulillah stok kita, pangan strategis, aman," ujarnya dalam acara Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:
Swasembada Pangan Tercapai, Mentan Apresiasi Peran Kepala Daerah

Dia mengungkapkan stok beras nasional saat ini mencapai 3,3 juta ton, yang disebut sebagai stok tertinggi sepanjang sejarah pada akhir tahun hingga Januari. Selain itu, stok minyak goreng yang dikelola Bulog juga mencapai sekitar 700 ribu ton.

Baca Juga:
Bapanas Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

"Jadi ini tidak ada alasan untuk (harga) naik," kata Amran.

Untuk komoditas protein hewani, Amran menyebut harga ayam justru berada di bawah HPP. Saat ini harga ayam berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram (kg), sementara HPP ditetapkan Rp25 ribu per kg.

Baca Juga:
Mayoritas Harga Pangan Hari Ini Turun, Cabai Merah Keriting Dibanderol Rp35.762 per Kg

“Ini harus naik. Insyaallah di Ramadan naik. Kemudian telur aman, bawang merah aman, ini stok kita cukup," kata dia.

Amran juga menegaskan pemerintah tidak akan menolerir pelaku usaha yang menjual pangan strategis di atas HET. Menurutnya, Satgas Pangan akan bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja, bila perlu menindak. Enggak ada lagi kesempatan, sudah lama kita imbau-imbau, tidak boleh menjual di atas HET," ujar Amran.

Dia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari produsen, distributor, pedagang hingga konsumen, telah sepakat menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

"Semua unsur tadi terlibat, sepakat. Produsen, konsumen, pedagangnya, distributornya sepakat jangan menjual pangan strategis kita di atas HET. Dan HPP-nya kita harus jaga. Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan," katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Ekosistem Digital, Amar Bank Integrasikan Layanan Embedded Banking di Aplikasi MyMRTJ
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Layanan Kapal di Kepulauan Seribu pada 22-23 Januari Disetop karena Cuaca
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Potret WNI Korban Penipuan Online di Kamboja "Serbu" KBRI Phnom Penh
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Anak Riza Chalid Akan Hadirkan 15 Saksi dan Ahli di Sidang Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Profil Member LNGSHOT, Grup Pertama Besutan Jay Park yang Resmi Debut
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.