Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid, Penjualan Eceran Surabaya Tumbuh Positif di Akhir 2025

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Kinerja konsumsi rumah tangga di Kota Surabaya menunjukkan ketahanan yang kuat menjelang akhir tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Periode November 2025, penjualan eceran secara tahunan tercatat meningkat dan diprakirakan tetap tumbuh positif pada Desember 2025, meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga, terutama didorong oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Indeks Penjualan Riil (IPR) Surabaya pada November 2025 tercatat tumbuh 21,4 persen (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 19,1 persen (yoy). Secara bulanan, penjualan eceran juga mengalami akselerasi dengan pertumbuhan 1,3 persen (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,4 persen (mtm). Peningkatan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan aktivitas konsumsi masyarakat, seiring dengan meningkatnya mobilitas dan belanja menjelang akhir tahun .

Kinerja positif penjualan eceran pada November 2025 terutama ditopang oleh beberapa kelompok komoditas utama. Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi mencatatkan pertumbuhan yang signifikan secara tahunan. Kenaikan pada kelompok tersebut mencerminkan peningkatan kebutuhan masyarakat baik untuk konsumsi rutin maupun kebutuhan pendukung aktivitas sosial dan rekreasi.

Memasuki Desember 2025, penjualan eceran diprakirakan tetap berada pada zona ekspansif. IPR Surabaya diproyeksikan tumbuh 17,0 persen (yoy), meskipun melambat dibandingkan realisasi November 2025. Perlambatan ini bersifat musiman dan masih mencerminkan kondisi yang sehat, mengingat tingginya basis pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, IPR Desember 2025 diprakirakan tumbuh 0,9 persen (mtm), tetap positif meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya .

Pertumbuhan penjualan eceran pada Desember 2025 diperkirakan tetap ditopang oleh peningkatan permintaan masyarakat pada momen HBKN Natal dan Tahun Baru. Beberapa kelompok yang menjadi motor pertumbuhan antara lain Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi. Selain itu, kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi juga menunjukkan kinerja yang tetap solid, seiring dengan meningkatnya kebutuhan perangkat teknologi dan komunikasi.

Dari sisi ekspektasi pelaku usaha, survei menunjukkan bahwa optimisme terhadap kinerja penjualan ke depan masih terjaga. Indeks Ekspektasi Penjualan berada pada level optimis, mencerminkan keyakinan pedagang eceran terhadap prospek permintaan yang relatif stabil dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, prakiraan intensitas tekanan harga untuk tiga dan enam bulan ke depan diperkirakan relatif stabil, sejalan dengan terjaganya keseimbangan antara permintaan dan pasokan di pasar ritel.

Stabilitas tekanan harga ini menjadi sinyal positif bagi pengendalian inflasi daerah. Terjaganya pasokan barang, didukung oleh kelancaran distribusi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, turut menahan potensi kenaikan harga yang berlebihan. Dengan demikian, meskipun permintaan meningkat pada periode HBKN, risiko lonjakan inflasi dinilai masih terkendali .

Secara regional, kinerja penjualan eceran Surabaya tetap kompetitif dibandingkan kota-kota besar lain di Pulau Jawa. IPR Surabaya menunjukkan pertumbuhan tahunan yang relatif tinggi, mencerminkan peran Surabaya sebagai salah satu pusat konsumsi utama di kawasan timur Pulau Jawa. Hal ini juga mengindikasikan kontribusi konsumsi rumah tangga Surabaya yang signifikan terhadap perekonomian regional Jawa Timur.

Ke depan, kinerja penjualan eceran diperkirakan tetap positif pada awal 2026, dengan dukungan dari momentum musiman seperti perayaan Imlek. Namun demikian, pelaku usaha tetap perlu mencermati berbagai risiko eksternal, termasuk dinamika harga komoditas global dan ketidakpastian ekonomi global, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, hasil SPE November 2025 menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga di Surabaya masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan tetap terjaganya daya beli, stabilitas harga, serta optimisme pelaku usaha, sektor perdagangan eceran diharapkan mampu mempertahankan kinerja positifnya dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian regional pada periode mendatang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wisata Petik Kelengkeng, Alternatif Liburan di Kulon Progo
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Bendera Putih Aceh dan Politik Respons Bencana yang Terlambat
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Benarkah Stres Bisa Bikin Gula Darah Naik? Ini Penjelasannya
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo Bertolak ke Swiss usai Lawatan di Inggris, Hadiri Forum Ekonomi Dunia
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
2 Solusi KDM untuk Kumuhnya Area Tambang dan Daerah Rawan Banjir
• 16 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.