Prabowo Perintahkan Penyusunan "Grand Design" Penanganan Banjir di Jawa

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk membuat grand design (rancangan besar) solusi terkait banjir di Pulau Jawa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Kepala Negara juga telah memerintahkan para menteri membuat kajiannya lebih dahulu.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa," kata Prasetyo, di Istana, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Sebab, menurut dia, persoalan banjir khususnya di Jawa menjadi masalah rutin yang berulang setiap tahun.

Baca juga: Di lnggris, Menhut Jelaskan Prabowo Sediakan 20.000 Hektar untuk Gajah

"Karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya," ucap Prasetyo.

Oleh karenanya, diperlukan solusi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir untuk bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya," tutur dia.

Selain itu, Prasetyo menambahkan perlu ada koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan hal ini.

Termasuk melibatkan PT KAI, yang operasionalnya juga terdampak jika curah hujan di Jawa sedang tinggi sehingga menghambat pelayanan publik.

"Karena sesuai dengan laporan Dirut PT KAI, ada dalam waktu satu minggu terakhir ini ada 16 titik, yang sekarang bertambah menjadi 17, satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat," ujar dia.

Menurut Prasetyo, Presiden RI juga meminta Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kemendagri bekerja sama secara cepat untuk menangani persoalan ini.

Baca juga: Viral, Kezia Syita WNI Jadi Tentara AS, Menkum: Tidak Boleh Kecuali Izin Presiden

"Jadi, perhatian Bapak Presiden untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir, termasuk dengan tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek Giant Sea Wall," tutur dia.

Diketahui, berbagai wilayah Pulau Jawa mengalami banjir di berbagai titik.

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat beberapa lokasi tergenang air termasuk di Kawasan Jabodetabek.

Selain Jabodetabek, beberapa provinsi lain di Jawa juga terdampak banjir hingga warganya mengungsi.

Di Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ribuan warga masih mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura), Jawa Tengah.

Saat ini, Kota Pekalongan menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

"Untuk Kudus masih sekitar 2.200 pengungsi, Pati sekitar 1.100, sedangkan Jepara sudah tidak ada pengungsi,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, saat ditemui di kompleks Gubernuran, hari ini.

Ia mengatakan, jumlah warga terdampak banjir jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pengungsi.

Baca juga: BTT DKI Rp 2,95 Triliun untuk MBG dan Giant Sea Wall Tak Terpakai

Namun, tidak semua warga memilih meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

Di Karawang, BPBD setempat mencatat ada 12 kecamatan terdampak pada 19 Januari 2026.

Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi akibat genangan yang terus meluas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jumlah kecamatan yang terdampak banjir tercatat sebanyak 26 desa dari 12 kecamatan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Senin (19/1/2026), dikutip dari Tribun Jabar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Busana Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
BI Yakin Fundamental Ekonomi Nasional, Penguatan Rupiah Dijaga
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Sara Gerindra Buka Suara Kembali ke DPR Usai MKD Tolak Pengunduran Diri
• 6 jam laludetik.com
thumb
Menkeu Purbaya Bakal Tindak Tegas Oknum Pajak Nakal: Kita Dibekingi 100% Presiden Prabowo!
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Tim SAR Gabungan Temukan 6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.