Gaikindo Ungkap Sederet Tantangan yang Membayangi Pasar Otomotif 2026

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan sederet tantangan yang membayangi kinerja pasar otomotif pada 2026.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, pelaku industri otomotif masih menghadapi sejumlah tekanan, terutama karena daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. 

Alhasil, menurutnya perlu adanya konsistensi kebijakan dari pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda empat.

“Tantangannya kepastian kebijakan. Karena industri mobil itu memerlukan kebijakan yang konsisten dan sifatnya jangka panjang," ujar Kukuh kepada Bisnis, dikutip Kamis (22/1/2026).

Tak hanya itu, dia menilai salah satu faktor krusial lainnya adalah tren kenaikan harga kendaraan yang terjadi setiap tahun tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata masyarakat. Kondisi tersebut memicu kesenjangan yang cukup lebar antara daya beli konsumen dan harga kendaraan.

"Daya beli juga perlu didorong, karena harga mobil naiknya 7,5%, tapi potensi pembelinya naiknya cuma 3%. Jadi makin lama gap-nya makin besar,” katanya.

Baca Juga

  • Gaikindo: Penjualan Mobil Bisa Naik Kalau Ekonomi Tumbuh 6%
  • Melonjak Tajam, Intip Tren Penjualan Mobil Listrik RI 5 Tahun Terakhir
  • Jurus Vinfast Geber Penjualan Mobil Listrik Tanpa Insentif 2026

Sebagai catatan, perbaikan kinerja industri otomotif juga bergantung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, selama laju ekonomi masih berada di kisaran 5% seperti tahun lalu, kondisi tersebut dinilai cenderung stagnan. 

Kinerja produk domestik bruto (PDB) nasional mengalami fluktuasi signifikan sepanjang tahun lalu. Pada kuartal I/2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87%, kemudian meningkat menjadi 5,12% pada kuartal II/2025. Namun, laju pertumbuhan kembali melandai ke level 5,04% pada kuartal III/2025.

"Namun, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat ke level 6% pada 2026. Jika target tersebut tercapai, hal itu akan mulai mendorong pemulihan permintaan sekaligus meningkatkan aktivitas produksi kendaraan," pungkas Kukuh.

Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil wholesales pada periode Januari-Desember 2025 tembus 803.687 unit. Capaian itu mengalami penurunan 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 865.723 unit.

Sementara itu, penjualan ritel alias dari dealer ke konsumen sebanyak 833.692 unit, atau turun 6,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 889.680 unit.

Adapun, Gaikindo masih menaruh optimisme terhadap prospek pemulihan pasar otomotif nasional pada tahun ini, seiring dengan mulai berjalannya produksi kendaraan listrik secara lokal oleh sejumlah pabrikan, termasuk BYD, Vinfast, dan Geely, sesuai dengan ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Anthony Ginting Putuskan Mundur dari Indonesia Master 2026, Ada Masalah Apa?
• 18 jam lalufajar.co.id
thumb
Karpet Merah Argentina untuk Mobil Listrik China
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Arsenal Untung Besar Jelang Lawan Manchester United, Dua Pilar Setan Merah Terancam Absen
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Melanda Kawasan Kelapa Gading dan Perumahan Masnaga Bekasi | KOMPAS MALAM
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Lagu APT Meledak, Rose Blackpink Jadi Nominee BRIT Awards 2026
• 7 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.