Jakarta Berstatus Awas, BPBD Perpanjang Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Ekstrem hingga 27 Januari

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merespons peringatan dini BMKG.
  • Perpanjangan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem hujan sangat lebat di Jabodetabek.
  • BPBD masih menunggu arahan Gubernur terkait kelanjutan OMC hingga tanggal 27 Januari 2026.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi memperpanjang masa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek pada Jumat (23/1/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah mencermati Peringatan Dini Cuaca Ekstrem yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk hari berikutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya merencanakan pemberlakuan modifikasi cuaca hingga Kamis (22/1/2026).

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi keberlanjutan operasi tersebut sebagai respons atas ancaman bencana hidrometeorologi yang kian nyata.

"Iya. Kami terus pantau prediksi BMKG, bila perlu sampai dengan tanggal 27 Januari," ujar Isnawa dalam keterangan tertulis kepada Suara.com.

Selanjutnya, BPBD DKI Jakarta masih menunggu arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menentukan apakah OMC akan terus dilanjutkan.

Berdasarkan data terbaru BMKG terkait prakiraan cuaca, hampir seluruh wilayah DKI Jakarta dan Tangerang kini berstatus ‘Awas’.

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem berpotensi mengguyur kawasan tersebut.

Selain ancaman hujan ekstrem, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Daftar Titik Banjir Jakarta Hari Ini: Waspada, Air Setinggi 90 Cm Genangi Jakbar-Jaksel

Langkah mitigasi melalui OMC ini diharapkan mampu memecah awan hujan sebelum memasuki wilayah padat penduduk guna meminimalkan risiko banjir.

BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh warga untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah agar terhindar dari potensi bahaya.

Personel gabungan juga telah disiagakan di sejumlah titik rawan untuk memantau kenaikan debit air serta potensi pohon tumbang akibat angin kencang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Amit-Amit Rusak! Segini Biaya Ganti Baterai New Toyota Veloz Hybrid
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya Kembalikan Motor Korban
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Update Pencarian Korban Pesawat ATR: Black Box Ditemukan-2 Teridentifikasi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Geledah Sejumlah Tempat Terkait Perkara Korupsi Wali Kota Madiun dan Bupati Pati
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Pedagang Daging Jabodetabek Ancam Mogok Massal, Pramono Anung: Saya Yakin Tetap Berjualan
• 7 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.