JAKARTA, DISWAY.ID – KAI Commuter terus melakukan langkah strategis untuk meminimalkan dampak gangguan prasarana Tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas Stasiun Maja–Stasiun Tigaraksa yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026.
Upaya tersebut difokuskan untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung serta menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
BACA JUGA:Masjid di Serang Ambruk Saat Renovasi, 1 Orang Meninggal Dunia
BACA JUGA:Perkiraan Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2026 di Berbagai Daerah Indonesia
Untuk mengurangi dampak keterlambatan yang meluas, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi dengan pengalihan relasi. Sejumlah rangkaian Commuter Line Rangkasbitung hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Tigaraksa, kemudian kembali menuju Stasiun Tanah Abang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan rekayasa operasi dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Hingga pukul 12.00 WIB, kami telah melakukan rekayasa pola operasi pada 19 perjalanan Commuter Line Rangkasbitung serta melakukan satu pembatalan perjalanan pada lintas tersebut,” jelas Karina kepada RADARBANTEN.CO.ID (Disway Group) dalam press release-nya, Kamis, 22 Januari 2026.
Selain itu, demi menjaga keselamatan, perjalanan kereta di lintas Maja–Tigaraksa masih diberlakukan satu jalur secara bergantian dengan pembatasan kecepatan, khususnya di sekitar lokasi gangguan prasarana.
BACA JUGA:Bacaan Doa Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syaban, Umat Muslim Wajib Tahu Hukumnya!
BACA JUGA:Unik! Ini Dia Livery Baru Trackhouse Aprilia, Motor Raul Fernandez dan Ai Ogura Tampil Beda
KAI Commuter juga memastikan informasi layanan terus disampaikan kepada pengguna, baik melalui petugas di stasiun, petugas di dalam kereta, maupun melalui kanal informasi resmi. Pengguna diimbau untuk rutin memantau posisi kereta melalui aplikasi C-Access.
Bagi pengguna yang terdampak, KAI Commuter mengimbau agar menyesuaikan kembali rencana perjalanan serta memanfaatkan moda transportasi alternatif jika diperlukan. Keselamatan selama berada di area stasiun dan peron tetap menjadi prioritas utama.
“KAI Commuter tetap berkomitmen mengedepankan aspek keselamatan dalam penanganan kendala ini. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengharapkan kerja sama pengguna untuk mengikuti arahan petugas,” pungkas Karina.





