MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan mengungkapkan rencana evakuasi 6 korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pekan lalu.
Enam korban yang ditemukan pada hari ini, Kamis (22/1/2026), rencananya akan dievakuasi hari ini dan besok Jumat (23/1/2026).
"Untuk sore hari ini kami tim SAR gabungan di mana di situ ada Basarnas, TNI, Polri, dan potensi lainnya saat ini berusaha melakukan evakuasi, namun paket satu ini yang pertama kami coba sampai saat ini pada pukul 16.45 tadi paket sekitar 30 meter lagi," katanya di Pangkep, Sulsel, dalam program Kompas Petang KompasTV.
Ia mengatakan, tim SAR di lapangan melakukan penarikan korban yang akan dievakuasi hari ini setinggi 350 meter.
"Dan kemungkinan untuk paket yang lima ini kemungkinan besok pagi," ujarnya.
Baca Juga: Cerita Keluarga Terkait Pencarian Deden Korban Pesawat ATR yang Jatuh di Sulsel: Tim SAR Kerja Keras
Andi mengatakan, hanya satu korban yang direncakanan evakuasinya hari ini karena faktor cuaca.
"Selain itu apabila kita memaksakan malam hari bisa berbahaya juga untuk tim. Karena di atas itu jangan sampai ada bebatuan atau batu lepas yang bisa mengakibatkan terkena untuk teman teman yang di bawah," jelasnya.
Menurut keterangannya, evakuasi nantinya akan dilakukan secara estafet untuk mempercepat pergerakan.
"Untuk lewat darat mungkin nanti kami akan melakukan secara estafet, kami sudah di pos 5, 8, dan 9 sudah kami siapkan tim, apabila nanti tenaga baru apabila nanti melakukan evakuasi bisa bergantian secara estafet supaya lebih cepat pergerakannya," ucapnya.
Baca Juga: Anak Pegawai KKP Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 akan Dapat Beasiswa hingga Perguruan Tinggi
Kompas.tv sebelumnya memberitakan sebanyak enam jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan Tim SAR gabungan pada hari ini, Kamis (22/1/2026).
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengungkapkan, seluruh jenazah ditemukan di lokasi yang saling berdekatan.
"Apa yang kita upayakan pencarian ini, alhamdulillah hari ini hari keenam (operasi SAR), kita bisa menemukan enam jenazah yang berdekatan lokasinya," kata Dody dalam keterangannya pada Kamis, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Ia menjelaskan keenam jenazah tersebut ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari jasad korban yang ditemukan kali pertama, atau berjarak 250 meter dari puncak gunung.
Menurut Dody, kondisi keenam jenazah korban saat ditemukan telah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi selama enam hari.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pesawat atr
- pesawat hilang kontak
- pesawat hilang kontak di sulsel
- korban pesawat
- korban pesawat atr
- korban pesawat hilang kontak


